BERITA NASIONAL // Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data terbaru mengenai tingkat kemiskinan di 38 provinsi Indonesia tahun 2025. Secara nasional, persentase penduduk miskin pada Maret 2025 mencapai 8,47 persen. Angka ini turun 0,10 persen poin dibanding September 2024 dan turun 0,56 persen poin dibanding Maret 2024.
Jumlah penduduk miskin pada Maret 2025 mencapai 23,85 juta orang. Angka itu berkurang 0,20 juta orang dibanding September 2024 dan turun signifikan 1,37 juta orang dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Bali mencatat tingkat kemiskinan terendah dengan 3,72 persen. Kalimantan Selatan menempati posisi berikutnya dengan 3,84 persen, lalu DKI Jakarta 4,28 persen, dan Kepulauan Riau 4,44 persen.
Wilayah timur Indonesia menanggung angka kemiskinan tertinggi. Papua Pegunungan menduduki posisi pertama dengan 30,03 persen. Papua Barat Daya menyusul dengan 28,9 persen, Papua Barat 20,66 persen, dan Papua Selatan 19,71 persen.
Data BPS menunjukkan kesenjangan lebar antarwilayah. Pulau Jawa sebagai pusat ekonomi nasional rata-rata mencatat angka di bawah 10 persen. Sebaliknya, provinsi di kawasan timur seperti Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara mencatat tingkat kemiskinan dua hingga tiga kali lipat lebih tinggi daripada rata-rata nasional.
Pemerintah memperkuat program pengentasan kemiskinan berbasis wilayah dengan fokus pada pembangunan infrastruktur, peningkatan lapangan kerja, serta pemerataan akses pendidikan dan kesehatan.








