Home / Daerah

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:46 WIB

Gubernur Jambi Libatkan Mahasiswa Cegah Karhutla

Gubernur Jambi, Al Haris kuliah umum di UNJA

Gubernur Jambi, Al Haris kuliah umum di UNJA

JAMBI, Aksarabrita.com – Gubernur Jambi, Al Haris, mengajak mahasiswa Universitas Jambi (UNJA) mengambil peran aktif dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di kawasan ekosistem gambut yang menjadi salah satu wilayah rawan kebakaran di Provinsi Jambi.

Ajakan tersebut disampaikan Al Haris saat mengisi kuliah umum bertema Antisipasi dan Mitigasi Kebakaran Hutan dan Lahan pada Ekosistem Gambut di Provinsi Jambi di Gedung Unifac Universitas Jambi, Rabu (10/6/2026).

Rektor Universitas Jambi, Prof. Dr. Helmi, S.H., M.H., membuka kegiatan tersebut. Selain Al Haris, Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H. Siregar dan Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin turut menyampaikan materi terkait strategi pencegahan karhutla.

Dalam pemaparannya, Al Haris menegaskan bahwa pencegahan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan Satgas Karhutla, Manggala Agni, TNI, Polri, maupun pemerintah daerah. Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan akademik dan pengabdian.

Baca Juga :  Menteri Sosial Pastikan Pemerintah Tanggung Biaya Perawatan Korban Ledakan SMAN 72

Al Haris menilai mahasiswa dapat memperkuat edukasi kepada masyarakat, terutama saat menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN), praktik lapangan, maupun ketika kembali ke daerah asal masing-masing.

“Mahasiswa memiliki kesempatan besar untuk menyampaikan pemahaman tentang bahaya karhutla kepada masyarakat. Mereka hadir langsung di desa-desa dan berinteraksi dengan warga,” ujarnya.

Menurut Al Haris, keberhasilan pencegahan karhutla sangat bergantung pada tingkat kesadaran masyarakat. Karena itu, edukasi harus menjadi langkah utama agar masyarakat memahami risiko dan dampak yang ditimbulkan kebakaran hutan dan lahan.

Ia mengakui masih banyak masyarakat yang belum memahami dampak ekologis maupun sosial akibat karhutla. Padahal, kebakaran hutan dan lahan dapat memicu berbagai persoalan, mulai dari gangguan kesehatan hingga terganggunya aktivitas ekonomi.

Baca Juga :  Wako dan Wawako Nobar Piala Dunia Bareng Warga

Al Haris mengingatkan kembali peristiwa kabut asap yang melanda Jambi pada 2015 dan 2019. Saat itu, aktivitas penerbangan lumpuh selama berbulan-bulan, sementara masyarakat menghadapi ancaman penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan gangguan aktivitas pendidikan.

“Karhutla tidak hanya merusak lingkungan. Asapnya mengganggu kesehatan, pendidikan, transportasi, dan aktivitas masyarakat secara luas,” katanya.

Selain membahas pencegahan karhutla, Al Haris juga mengajak mahasiswa memahami pentingnya menjaga ekosistem gambut. Ia menjelaskan bahwa gambut berfungsi sebagai penyimpan karbon dan penyangga keseimbangan lingkungan.

Di akhir kegiatan, Al Haris menyampaikan apresiasi kepada Universitas Jambi yang menginisiasi kuliah umum tersebut. Ia berharap kampus dapat memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap bahaya karhutla. (***)

Share :

Baca Juga

Monadi Dorong Penyatuan Lembaga Adat Sakti Alam Kerinci

Daerah

Monadi Dorong Penyatuan Lembaga Adat Sakti Alam Kerinci

Batang Hari

Tahun 2025 Tanpa Pemutihan, Warga Jambi Hadapi Opsen Pajak Kendaraan

Daerah

Bupati Monadi Pimpin Rakor TP3S, Tegaskan Komitmen Kerinci Bebas Stunting 2025
Anwar Sadat memimpin Rakor lintas sektoral ketahanan pangan

Daerah

Gaspol Ketahanan Pangan! Anwar Sadat Kumpulkan Semua Sektor, Targetkan Lahan Tidur Jadi Produktif

Batang Hari

Ingin Kurban Lebih Bermakna? Begini Cara Membaginya

Batang Hari

Tes PPPK Tahap 2 Dimulai, Kota Sungai Penuh dan Tebo Punya Kuota Terbanyak!
Gunardi Dampingi Wako Promosikan Budaya Kerinci di APEKSI XVIII

Daerah

Gunardi Dampingi Wako Promosikan Budaya Sungai Penuh di APEKSI XVIII

Daerah

Warga Pulau Tengah dihebohkan Mayat Tanpa identitas