Aksarabrita.com – Polri memperkuat penanganan dampak gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Polri mengerahkan personel untuk melakukan evakuasi, pencarian, pertolongan, serta pendataan korban dan kerusakan.
Polda NTT menginstruksikan seluruh jajaran membentuk posko bantuan. Jajaran Polri juga memperkuat koordinasi dengan TNI, Basarnas, BPBD, pemerintah daerah, dan berbagai pihak terkait untuk mempercepat penanganan masyarakat terdampak.
Mabes Polri menyiapkan tim Search and Rescue (SAR) Brimob, tenaga kesehatan, tim Disaster Victim Identification (DVI), personel K9, dan dukungan logistik. Polri juga mengerahkan dukungan dari Polda NTB, Polda Bali, dan Polda Jawa Timur untuk memperkuat operasi kemanusiaan.
Polri menyiapkan tenda, perangkat komunikasi, dan bahan makanan sebagai bantuan awal bagi masyarakat terdampak. Jajaran Polri terus memantau kondisi lapangan dan menyesuaikan dukungan dengan kebutuhan masyarakat.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P., menegaskan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama Polri dalam menangani dampak gempa.
“Polri hadir untuk masyarakat. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama, dan seluruh kekuatan yang ada akan terus kami optimalkan untuk membantu proses evakuasi, pencarian korban dan penanganan masyarakat terdampak,” kata Johnny dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (15/8).
Polri juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti informasi resmi. Polri meminta warga tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama mengenai korban, kerusakan, potensi tsunami, dan gempa susulan. (***)




















