Home / Nasioanal / Pemerintah

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:25 WIB

Guru Jadi Penggerak Literasi Gizi dalam MBG

Guru Jadi Penggerak Literasi Gizi dalam MBG

Guru Jadi Penggerak Literasi Gizi dalam MBG

JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperkuat edukasi gizi melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Program MBG tidak hanya menyediakan makanan bagi peserta didik. BGN juga memanfaatkan program ini untuk mengenalkan pentingnya gizi dan pola hidup sehat sejak dini.

Kepala BGN Sudaryono atau Mas Dar menyampaikan hal tersebut saat Kick-off Literasi Gizi dan Keamanan Pangan bagi Guru, Rabu (12/8).

BGN menggelar kegiatan tersebut bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

MBG Tidak Sekadar Membuat Anak Kenyang

Sudaryono menegaskan bahwa MBG tidak sekadar bertujuan membuat anak kenyang.

Program ini harus memenuhi kebutuhan gizi peserta didik. Karena itu, BGN mendorong penyedia makanan menyiapkan menu yang sesuai dengan kebutuhan gizi anak.

“MBG ini bukan hanya sekadar memberikan makan. Tapi memberikan gizi. Nah, gizi yang cukup itu akan menjadi kecukupan untuk berkembang, anak-anak kita, ibu hamil, menyusui, balita, dan anak-anak sekolah kita. Jadi gizi ini penting. Jadi tidak hanya sekadar kenyang,” ujar Mas Dar.

Menurut Sudaryono, makanan bergizi tidak berarti makanan dalam jumlah banyak.

Anak membutuhkan makanan dengan kandungan gizi seimbang. Makanan tersebut harus mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka.

Baca Juga :  4 Cara Download Video TikTok Tanpa Watermark di HP dan PC

“Tidak hanya sekadar kenyang. Makan bergizi itu makan bergizi, bukan makan banyak. Bukan makan kenyang gratis, bukan makan banyak gratis, bukan makan enak gratis, tapi makan bergizi gratis,” tegasnya.

Guru Perkuat Edukasi Gizi

BGN mendorong guru untuk aktif memberikan edukasi gizi kepada peserta didik.

Guru dapat mengenalkan berbagai unsur gizi, seperti protein, serat, vitamin, mineral, dan karbohidrat.

Guru juga dapat menjelaskan manfaat setiap unsur gizi bagi tubuh. Dengan cara itu, anak dapat memahami pentingnya makanan bergizi.

Selanjutnya, anak dapat menerapkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Mereka juga dapat mengajak keluarga menerapkan pola makan dan hidup yang lebih sehat.

Sudaryono menilai pengetahuan anak dapat membawa dampak positif bagi keluarga.

“Penting untuk si anak yang kita didik, untuk kemudian dia memahami itu dan kemudian bisa dengan pemahamannya itu bisa memengaruhi lingkungan dia, terkhusus adalah lingkungan keluarga di mana dia tinggal bersama orang tuanya,” ujarnya.

MBG Dorong Pola Hidup Sehat

Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN Mariman Darto mengatakan keberhasilan MBG membutuhkan lebih dari sekadar penyediaan makanan bergizi.

Baca Juga :  Cek PIP 2025, Ini Cara, Besaran Bantuan, dan Syarat Pencairan

Sekolah juga perlu mengajarkan gizi seimbang, keamanan pangan, kebersihan, kedisiplinan, dan pola hidup sehat.

“Tentu saja kegiatan ini sangat penting karena keberhasilan program Makan Bergizi Gratis tidak hanya ditentukan oleh tersedianya makanan bergizi, tetapi juga ditentukan oleh tersedianya dan pemahaman mengenai gizi seimbang, keamanan pangan, kebersihan, kedisiplinan, dan tentu kebiasaan hidup sehat di satuan pendidikan,” ujar Mariman.

Karena itu, BGN menempatkan literasi gizi sebagai bagian penting dalam pelaksanaan MBG.

Program ini membantu peserta didik memahami manfaat makanan bergizi. Program ini juga mendorong mereka membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini.

Guru memegang peran penting dalam proses tersebut. Guru dapat menjadi penggerak edukasi gizi di sekolah dan mendorong anak menerapkan pengetahuan tersebut di rumah.

Dengan langkah ini, BGN berharap MBG memberi manfaat yang lebih luas. Program tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan gizi anak, tetapi juga mendukung lahirnya generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkarakter. (Tim)

Share :

Baca Juga

Daerah

Karya Terbaik NasionaAsal Jambi, Hj. Karya Terbaik Asal Jambi, Hj. Hesti Haris Dorong Pengrajin Terus Berinovasi
Bupati Lepas 79 Peserta Pelatihan Kerja ke Jepang, Siap Tembus Pasar Global

Pemerintah

Bupati Lepas 79 Peserta Pelatihan Kerja ke Jepang, Siap Tembus Pasar Global
Indonesia vs Mozambik, Laga Penting FIFA Matchday

Kesehatan & Olahraga

Indonesia vs Mozambik, Laga Penting FIFA Matchday
Menhan Sjafrie dan Mentan Tanam Padi di Merauke

Nasioanal

Menhan Sjafrie dan Mentan Tanam Padi di Merauke, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
Kemenpan RB menetapkan 11 alasan utama yang membuat kontrak PPPK paruh waktu berakhir

Nasioanal

Aturan Baru CPNS 2026: Lulus 2024 Lanjut Tanpa SKD

Batang Hari

Mengejutkan! Jenazah Bayi Dikirim Lewat Ojol, Ternyata Hasil hubungan Sedarah
Lubang Raksasa Muncul di Sawah

Nasioanal

Fenomena Lubang Raksasa Muncul di Sawah Milik Warga
Prabowo Tambah 200 Helikopter untuk Tangani Bencana Lebih Cepat

Nasioanal

Prabowo Tambah 200 Helikopter Tangani Bencana Lebih Cepat