BERITA VIRAL // Dunia pendidikan kembali tercoreng oleh insiden tak etis yang viral di media sosial. Sebuah video yang beredar luas memperlihatkan keributan antara seorang dosen perempuan dan sekelompok mahasiswa di Universitas Nias (Unias). Dalam video tersebut, dosen diduga melempar atau membuang skripsi mahasiswa ke lantai, memicu kemarahan hingga keributan fisik di ruang dosen.
Video itu pertama kali diunggah oleh akun X (dulu Twitter) @acakadulltsszz pada Selasa (26/8). Dalam rekaman berdurasi singkat tersebut, terlihat ketegangan antara dosen pembimbing dan sejumlah mahasiswa yang mengaku telah menunggu selama seminggu untuk mendapatkan tanda tangan konfirmasi tugas akhir.
Namun, bukannya mendapat pelayanan, skripsi mereka justru dilempar ke lantai oleh sang dosen. Emosi mahasiswa pun memuncak. Salah satu mahasiswa terlihat menendang meja dan lemari di ruang dosen sebagai bentuk protes.
“Dosen pembimbing melempar skripsi ke lantai yang membuat mahasiswa ngamuk,” tulis pengunggah video tersebut.
“Jangan dipersulit, Ibu kemana saja satu minggu?” teriak salah satu mahasiswa dalam video itu.
Menurut keterangan yang beredar, para mahasiswa telah berupaya menemui dosen pembimbing sejak beberapa hari sebelumnya, namun tidak berhasil karena dosen sulit ditemui. Kejadian ini pun menjadi viral dan menuai beragam komentar dari warganet.
Tindakan dosen yang membuang skripsi mahasiswa menuai kecaman. Banyak yang menilai sikap tersebut tidak profesional dan bertentangan dengan etika akademik. Namun, reaksi mahasiswa yang melampiaskan amarah dengan kekerasan fisik juga tak luput dari kritik.
“Generasi mental tepung, kepanasan dikit gosong,” tulis akun @You…
“Jaman saya kuliah tahun 90-an, buat judul salah saja sudah dilempar lembaran skripsi. Tapi kami tetap sabar, itu bagian dari proses,” komentar akun @Fann..
Beberapa netizen menyayangkan sikap mahasiswa yang dianggap kurang hormat terhadap dosen, meski sedang dalam tekanan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Universitas Nias terkait insiden tersebut. Warganet pun mendesak pihak kampus untuk segera menindaklanjuti dan menyelesaikan persoalan ini secara adil serta transparan.








