Aksarabrita.com // Ratusan delegasi dari berbagai negara meninggalkan Assembly Hall Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Jumat (26/9) ketika Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersiap menyampaikan pidato dalam sesi debat umum. Aksi walk out itu terjadi serentak sebagai bentuk protes terhadap agresi militer Israel di Palestina.
Dalam siaran langsung YouTube resmi PBB, suasana aula tampak ricuh. Delegasi berdiri satu per satu, beranjak dari kursi, lalu berbondong-bondong menuju pintu keluar. Sorakan “huuuuu” menggema di ruangan, sementara staf PBB berulang kali meminta agar hadirin menjaga ketertiban sambil mengetukkan palu sidang.
Meski sebagian besar kursi kosong, Netanyahu tetap berbicara. Beberapa perwakilan yang bertahan di aula berasal dari Amerika Serikat dan sejumlah negara kepulauan Pasifik yang dikenal mendukung Israel.
Netanyahu menggunakan panggung itu untuk menuding Hamas, Hizbullah, Houthi, dan Iran sebagai ancaman eksistensial bagi Israel. “Iran dan sekutunya menjerat leher kita dengan tali kematian,” katanya. Ia juga memuji Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menurutnya berperan penting dalam mendukung Israel selama konflik 12 hari melawan Iran.
Netanyahu menegaskan Israel tidak akan berhenti menyerang hingga Hamas menyerah dan membebaskan seluruh sandera. Ia menambahkan, Israel bersama AS berkomitmen menghentikan ambisi nuklir Iran.
Aksi walk out para delegasi mencerminkan penolakan keras terhadap tindakan militer Israel di Palestina. Sejak Oktober 2023, Israel menggempur Gaza secara intensif. Serangan itu menewaskan lebih dari 65 ribu warga, menghancurkan ratusan ribu rumah, melumpuhkan fasilitas sipil, serta memaksa jutaan orang mengungsi.









