Home / Pemerintah

Selasa, 17 Maret 2026 - 06:30 WIB

Benarkah Lebaran 20 Maret 2026? Ini Penjelasananya!

Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad( Foto. Kemenag RI)

Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad( Foto. Kemenag RI)

Aksarabrita.com – Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia akan menggelar sidang isbat untuk menetapkan awal Syawal 1447 Hijriah pada 19 Maret 2026. Sidang ini bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 H dan akan berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, Jakarta.

Sejumlah pihak penting akan hadir dalam sidang tersebut. Di antaranya perwakilan duta besar negara sahabat, DPR RI, Mahkamah Agung Republik Indonesia, Majelis Ulama Indonesia, BMKG, BRIN, hingga para pakar falak dari berbagai organisasi Islam.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menjelaskan bahwa sidang isbat merupakan mekanisme resmi pemerintah dalam menentukan awal bulan Hijriah, termasuk Ramadan, Syawal, dan Zulhijah.

“Sidang diawali dengan seminar posisi hilal, dilanjutkan sidang tertutup untuk membahas hasil rukyatulhilal, kemudian diumumkan kepada masyarakat,” jelas Abu Rokhmad di Jakarta, Senin (16/3/2026).

Baca Juga :  DPRI Bongkar Alasan PPPK Layak Diangkat PNS Tanpa Tes

Berdasarkan data hisab, pada 29 Ramadan 1447 H atau 19 Maret 2026, posisi hilal di Indonesia sudah berada di atas ufuk. Ketinggian hilal berkisar antara 0°54’ hingga 3°7’, dengan sudut elongasi antara 4°32’ hingga 6°06’.

Selain itu, ijtimak menjelang Syawal diperkirakan terjadi pada pukul 08.23 WIB. Meski begitu, penetapan awal Syawal tetap menunggu hasil rukyatulhilal dari berbagai daerah.

“Keputusan akhir akan diambil setelah laporan rukyat dari seluruh wilayah masuk dan dibahas dalam sidang isbat,” tegasnya.

Untuk memastikan akurasi, Kementerian Agama Republik Indonesia melakukan pemantauan hilal di 117 titik yang tersebar di seluruh Indonesia. Pengamatan ini melibatkan Kanwil Kemenag, Pengadilan Agama, ormas Islam, serta instansi terkait.

Baca Juga :  ToT Berdaya Kemenpora Latih 120 Penggerak Olahraga Disabilitas di Majalengka

Beberapa titik strategis pemantauan antara lain:

  • Tugu 0 Km Indonesia
  • Pantai Gandoriah
  • Masjid Al-Hakim
  • Monumen Nasional
  • Pantai Anyer
  • Pantai Kartini
  • Pantai Srau
  • Rooftop Bank Jambi

Rukyatulhilal dilakukan secara serentak di berbagai wilayah untuk mendapatkan data faktual sebagai dasar penetapan awal Syawal.

Masyarakat diimbau menunggu hasil resmi sidang isbat yang akan diumumkan pemerintah. Hasil tersebut menjadi acuan nasional dalam menetapkan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Sidang isbat menjadi momen penting karena menyatukan metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan langsung). Dengan demikian, keputusan yang diambil memiliki dasar ilmiah dan syar’i.

Melalui sidang ini, Kementerian Agama Republik Indonesia berharap penetapan Idulfitri dapat berjalan seragam dan memberikan kepastian bagi masyarakat dalam merayakan hari kemenangan.

Share :

Baca Juga

Game

Wawako Azhar Ajak Pramuka Amalkan Tri Satya dan Dasa Dharma Saat Pimpin Ulang Janji Pramuka
Prabowo Silaturahmi dengan Ormas Islam di Istana

Nasioanal

Prabowo Silaturahmi dengan Ormas Islam di Istana
Pemkot Sungai Penuh Salurkan Bantuan Disabilitas dan Lansia

Daerah

Pemkot Sungai Penuh Salurkan Bantuan Disabilitas dan Lansia
Kemenag Cabut Izin Ponpes Terlibat Kekerasan Seksual, Santri Dipindahkan

Pemerintah

Kemenag Cabut Izin Ponpes Terlibat Kekerasan Seksual, Santri Dipindahkan

Nasioanal

Kemendikdasmen Gelar Simulasi TKA di Garut
Wabup Gerry Gelar Subling dan Gotong Royong di Mandiangin Timur

Daerah

Wabup Gerry Gelar Subling dan Jumat Gotong Royong di Mandiangin
Karhutla, Wako dan Wawako Ikuti Rakor Nasional

Daerah

Bersama Cegah Karhutla, Wako dan Wawako Ikuti Rakor Nasional

Batang Hari

Mulai Hari Ini, Angkutan Batubara Dihentikan demi Kelancaran Pemberangkatan Haji