Aksarabrita.com // Data terbaru Populix yang menunjukkan daftar pekerjaan yang publik nilai paling terancam AI pada 2025. Data ini menyoroti bagaimana teknologi kecerdasan buatan terus mengubah cara orang bekerja dan mendorong profesi tertentu masuk ke zona risiko otomatisasi.
Menurut survei Populix, layanan konsumen menempati posisi teratas sebagai pekerjaan paling terancam AI dengan angka 35%. Beragam chatbot, voicebot, dan sistem otomatis kini mampu menangani percakapan pelanggan dengan cepat dan murah, sehingga banyak responden melihat ancaman nyata terhadap profesi layanan konsumen.
Posisi berikutnya ditempati desainer grafis dengan 27% responden yang menilai AI mampu mengambil alih banyak proses kreatif. Generator gambar dan alat desain otomatis terus berkembang dan mendorong perubahan besar di industri kreatif.
Profesi analis data mencatat 24%, karena publik melihat AI mampu memproses data dalam jumlah besar secara cepat dan akurat. Sementara itu, penulis konten meraih 22%, seiring kemampuan AI menghasilkan artikel, caption, hingga naskah pemasaran dalam hitungan detik.
Kelompok pekerja administratif dan guru sama-sama meraih 16%. Publik menilai sistem administrasi otomatis dapat merapikan banyak pekerjaan rutin, sementara platform pembelajaran berbasis AI terus menawarkan metode belajar baru yang lebih interaktif dan personal.
Sebanyak 11% responden mengaku belum mengetahui profesi mana yang paling terancam oleh kecerdasan buatan. (Fh)




















