Aksarabrita.com // Suasana duka di sebuah kampung di Kabupaten Sampang mendadak berubah tegang. Sejumlah emak-emak menghentikan prosesi pemakaman seorang perempuan karena menuntut kejelasan soal utang senilai Rp215 juta.
Peristiwa itu terjadi saat kiai bersiap menyampaikan pesan terakhir sebelum pemberangkatan jenazah ke makam. Dua perempuan tiba-tiba maju ke depan dan meminta waktu untuk berbicara di hadapan keluarga serta para pelayat.
“Kiai mohon maaf, kami ingin menyampaikan sesuatu,” ucap salah satu emak-emak dengan suara tegas.
Di tengah kerumunan yang terdiam, mereka mengungkapkan bahwa almarhumah memiliki tanggungan 25 gram emas dan uang tunai Rp15 juta. Mereka menghitung total nilai kewajiban itu hingga mencapai sekitar Rp215 juta.
Ucapan tersebut langsung memicu kegaduhan. Sejumlah warga berusaha menenangkan situasi agar prosesi tetap berjalan tertib. Namun para penagih tetap meminta komitmen dari anak, suami, atau saudara almarhumah untuk menyelesaikan utang sebelum pemakaman dilanjutkan.
Mereka mengaku sudah lama menunggu tanggung jawab dari pihak keluarga. Karena tidak mendapat kepastian, mereka memilih menyampaikan tuntutan secara terbuka di tengah prosesi duka.
Kasi Humas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut insiden itu terjadi pada Sabtu (28/2/2026). Ia menjelaskan bahwa para penagih meminta pernyataan kesanggupan dari ahli waris sebelum prosesi penguburan berlangsung.
Video aksi tersebut menyebar cepat di media sosial dan memicu perdebatan luas. Sebagian warganet mengecam tindakan itu karena mengganggu suasana duka. Sebagian lainnya menilai penyelesaian utang tetap membutuhkan kejelasan agar tidak menimbulkan konflik baru di kemudian hari. (***)
Sumber: detikjatim









