Home / Religi

Rabu, 25 Februari 2026 - 21:39 WIB

Zakat Tak Boleh untuk MBG! Menag Tegaskan Hanya untuk 8 Asnaf

Menteri Agama Nasaruddin Umar Rabu (25/3/2026).

Menteri Agama Nasaruddin Umar Rabu (25/3/2026).

Aksarabrita.com // Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa pengelolaan zakat wajib mengikuti ketentuan syariat Islam. Ia menolak keras penggunaan zakat di luar delapan golongan penerima (asnaf) sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an.

Penegasan ini sekaligus menjawab disinformasi yang menyebut Kementerian Agama memaksimalkan dana zakat untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Zakat tidak boleh dimanfaatkan di luar asnafnya. Jangan sampai zakat diberikan kepada yang bukan asnaf. Ini persoalan syariah,” tegas Menag di Kantor Pusat Kementerian Agama, Jakarta, Rabu (25/3/2026).

Zakat Wajib Sesuai QS At-Taubah Ayat 60

Menag merujuk langsung pada Al-Qur’an, khususnya QS At-Taubah ayat 60, yang menetapkan delapan golongan penerima zakat.

Delapan asnaf tersebut meliputi:

  • Fakir
  • Miskin
  • Amil
  • Muallaf
  • Riqab
  • Gharimin
  • Fii sabilillah
  • Ibnu sabil
Baca Juga :  Prabowo Lebih Memilih Rayakan Tahun Baru Bersama Pengungsi

Ia meminta seluruh pihak menjaga kemurnian distribusi zakat agar tidak melenceng dari ketentuan agama.

“Berikan zakat sesuai asnaf secara tegas. Jangan berikan zakat kepada yang tidak berhak,” ujarnya.

Kemenag Pastikan Tak Ada Kebijakan Zakat untuk MBG

Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kementerian Agama, Thobib Al Asyhar, juga memastikan bahwa Kemenag tidak pernah menetapkan kebijakan penyaluran zakat untuk program MBG.

Ia menegaskan bahwa pengelolaan zakat selalu berpedoman pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.

Menurutnya, Pasal 25 UU tersebut mewajibkan penyaluran zakat kepada mustahik sesuai syariat Islam. Pasal 26 mengatur pendistribusian berdasarkan skala prioritas dengan prinsip pemerataan, keadilan, dan kewilayahan.

Baca Juga :  Wawako Azhar Hadirkan Kepedulian untuk Balita Stunting

“Zakat merupakan amanah umat. Kami menjaga dan menyalurkannya sesuai ketentuan syariat. Hak para mustahik selalu menjadi prioritas,” tegas Thobib.

Pengelolaan Zakat Diawasi dan Diaudit

Thobib menjelaskan bahwa lembaga resmi mengelola zakat secara profesional, transparan, dan akuntabel. Pemerintah mengawasi dan mengaudit pengelolaan tersebut secara berkala.

Pengelolaan zakat nasional berada di bawah koordinasi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan berbagai Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang telah mengantongi izin resmi.

Ia mengajak masyarakat menyalurkan zakat melalui lembaga resmi agar dana zakat tersalurkan tepat sasaran dan sesuai syariat.

“Kinerja Baznas dan LAZ diaudit auditor independen secara berkala untuk menjaga akuntabilitas,” pungkasnya.

Share :

Baca Juga

Mahfud MD Soroti Dugaan Mark Up Proyek Kereta Cepat, KPK Mulai Selidiki

Game

Mahfud MD Soroti Dugaan Mark Up Proyek Kereta Cepat, KPK Mulai Selidiki

Daerah

Pemprov Jambi Serahan SK PPPK Tahap II Digelar Pekan Ini
Peletakan Batu Pertama Koperasi Merah Putih, Kerinci Siap Bangun Ekonomi Desa

Daerah

Peletakan Batu Pertama Koperasi Merah Putih, Kerinci Siap Bangun Ekonomi Desa
Pascabencana 413 Praja IPDN Perkuat Pelayanan Aceh Tamiang

Nasioanal

Pascabencana 413 Praja IPDN Perkuat Pelayanan Aceh Tamiang

Nasioanal

Presiden Tegaskan MBG dan Periksa Pesantren di Daerah
Presiden Prabowo Subianto (Kiri) Menteri Pertanian Amran Sulaiman (Kanan)

Daerah

Presiden Prabowo Pastijkan Harga Pupuk Turun 20 Persen

Daerah

Eks Marinir TNI AL Kehilangan Kewarganegaraan Usai Gabung Militer Rusia
Belum akikah tetap boleh berkurban. Ulama menegaskan kurban sah dilakukan meski seseorang belum pernah diakikahi saat kecil.

Religi

Belum Akikah Tetap Boleh Berkurban, Ini Penjelasan Ulama