Sibolga, Aksarabrita.com // Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Utara, Ahmad Qosbi, mengapresiasi langkah cepat Polres Sibolga dalam mengusut kasus penganiayaan yang menyebabkan kematian pemuda bernama Arjuna Tamaraya di Masjid Agung Kota Sibolga pada 31 Oktober 2025 sekitar pukul 02.30 WIB.
Ahmad Qosbi menyampaikan langsung apresiasi tersebut saat mengunjungi Polres Sibolga dan bertemu Kapolres Sibolga, AKBP Eddy Inganta, Kamis (6/11/2025). Ia juga meninjau lokasi kejadian di Masjid Agung untuk memastikan informasi yang akurat sebelum melaporkannya ke Kementerian Agama di Jakarta.
“Kami datang untuk melihat langsung peristiwa ini. Atas nama Menteri Agama dan Wakil Menteri Agama, kami menyampaikan duka cita dan mendoakan almarhum Arjuna. Kami ingin mendapatkan informasi yang lengkap dan akurat,” ujar Ahmad Qosbi.
Menurutnya, tindakan cepat Polres Sibolga sudah tepat untuk mencegah penyebaran hoaks dan narasi liar yang berpotensi memicu kesalahpahaman di masyarakat. “Koordinasi ini penting agar informasi yang beredar valid. Polres sudah mengamankan pelaku, dan kini kasusnya masuk proses hukum. Mari kita tunggu hasil penyelidikan polisi,” tegasnya.
Ahmad Qosbi menjelaskan bahwa Arjuna Tamaraya merupakan warga Kabupaten Tapanuli Tengah dan masih memiliki ibu. Informasi yang menyebutkan bahwa korban berasal dari luar daerah dan yatim piatu dinilainya tidak benar.
“Ini murni tindak kriminal. Tidak ada unsur SARA. Kami mengajak masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing isu yang dapat merusak suasana kondusif,” tambahnya.
Polres Sibolga menyampaikan bahwa aparat membawa korban ke RSUD Sibolga pada pukul 04.55 WIB. Tim medis berupaya memberikan perawatan, namun Arjuna meninggal pada 1 November 2025 pukul 16.45 WIB.
Kapolres Sibolga AKBP Eddy Inganta mengucapkan terima kasih atas dukungan Kemenag Sumut. “Kami menghargai kunjungan ini. Semoga kerja sama antara Polres dan Kemenag terus terjalin demi menjaga keamanan dan keberagaman di Kota Sibolga,” katanya.
Usai dari Polres, rombongan Kemenag bersama tokoh agama mengunjungi keluarga korban dan memberikan tali asih sebagai bentuk kepedulian. Pada malam harinya, para tokoh agama menggelar Doa Arwah di Masjid Agung Sibolga sebagai wujud solidaritas. (Fh)









