Sungai Penuh, Aksarabrita.com – Tokoh adat Enam Luhah Sungai Penuh menemui Bupati Kerinci Monadi. Mereka menyampaikan rencana pemberian gelar kehormatan pada rangkaian Kenduri Sko Enam Luhah, 4–5 Juli 2026.
Rombongan terdiri atas Dunsanak Batino, Anak Jantan, Ninik Mamak, dan para pemuka adat. Mereka berharap Monadi berkenan menerima gelar tersebut sebagai bentuk penghargaan atas dukungannya terhadap pelestarian budaya.
Musyawarah Jadi Dasar Keputusan
Perwakilan tokoh adat menjelaskan bahwa mereka lebih dulu menggelar musyawarah. Setelah itu, mereka meminta restu kepada Ninik Mamak.
Selanjutnya, para pemangku adat menyepakati pemberian gelar kehormatan. Keputusan itu mengikuti aturan adat yang berlaku di Enam Luhah Sungai Penuh.
Karena itu, prosesi penganugerahan akan menjadi bagian dari puncak Kenduri Sko di Tanah Mendapo Sungai Penuh.
Monadi Sambut Baik Kepercayaan Tokoh Adat
Monadi mengucapkan terima kasih atas kepercayaan masyarakat adat. Ia menilai penghargaan tersebut memiliki makna yang besar.
Menurutnya, pemerintah dan lembaga adat harus terus berjalan seiring. Sinergi itu akan memperkuat pembangunan sekaligus menjaga warisan budaya.
“Terima kasih atas kepercayaan ini. Saya akan terus menjaga kebersamaan dengan masyarakat adat serta mendukung pelestarian budaya,” kata Monadi.
Ajak Masyarakat Jaga Warisan Budaya
Selain itu, Monadi mengajak masyarakat menjaga nilai-nilai adat. Ia juga mendorong generasi muda untuk mengenal budaya daerah sejak dini.
Menurutnya, Kenduri Sko bukan sekadar tradisi. Kegiatan itu juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat persatuan.
Pertemuan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Tokoh adat memanfaatkan kesempatan itu untuk memperkuat komitmen dalam menjaga adat, budaya, dan persatuan masyarakat.

















