Home / Kesehatan & Olahraga / Nasioanal

Jumat, 3 Juli 2026 - 10:23 WIB

Kecewa, Gol Injury Time Kroasia Dianulir VAR

Gol Injury Time Kroasia Dianulir VAR

Gol Injury Time Kroasia Dianulir VAR

TORONTO – Portugal memastikan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Kroasia 2-1 di Stadion Toronto, Kamis (2/7) waktu setempat. Goncalo Ramos mencetak gol kemenangan pada masa injury time, sedangkan VAR membatalkan gol penyeimbang Kroasia pada detik-detik terakhir sehingga Portugal mempertahankan keunggulannya hingga laga usai.

Keputusan VAR memicu kemarahan suporter Kroasia. Mereka melempar botol, kaleng, dan berbagai benda ke lapangan sehingga aparat keamanan segera mengendalikan situasi.

Duel Dua Legenda Warnai Pertandingan

Portugal dan Kroasia mencatat sejarah baru di Piala Dunia 2026. Cristiano Ronaldo yang berusia 41 tahun dan Luka Modric yang telah menginjak usia 40 tahun menjadi dua pemain outfield berusia di atas 40 tahun yang tampil dalam satu laga fase gugur.

Kroasia membuka keunggulan pada menit ke-53. Josip Stanisic mengirim umpan silang yang langsung disambut Ivan Perisic menjadi gol pembuka.

Portugal terus meningkatkan tekanan setelah tertinggal. Usaha itu membuahkan hasil pada menit ke-68 ketika wasit menghadiahkan penalti. Cristiano Ronaldo maju sebagai eksekutor dan menaklukkan kiper Kroasia untuk mengubah skor menjadi 1-1.

Baca Juga :  Messi Puncaki Top Skor Piala Dunia 2026 Usai Cetak Hattrick

Gol tersebut menambah catatan bersejarah Ronaldo. Sang kapten mencetak gol pertamanya di fase gugur Piala Dunia sepanjang enam kali tampil di turnamen terbesar sepak bola dunia itu.

Pergantian Roberto Martinez Mengubah Permainan

Pelatih Roberto Martinez menarik Cristiano Ronaldo pada menit ke-81 dan memasukkan Ruben Neves untuk memperkuat lini tengah. Pergantian itu membuat Portugal tampil lebih seimbang saat menghadapi tekanan Kroasia.

Portugal akhirnya membalikkan keadaan pada masa injury time. Rafael Leao mengirim umpan silang akurat yang langsung disundul Goncalo Ramos ke dalam gawang Kroasia. Gol itu membawa Portugal unggul 2-1.

VAR Gagalkan Harapan Kroasia

Kroasia hampir memaksakan pertandingan berlanjut ke babak perpanjangan waktu pada menit ke-90+13. Para pemain dan suporter sempat merayakan gol penyeimbang sebelum wasit menghentikan pertandingan untuk meninjau tayangan VAR.

Baca Juga :  Atlet Angkat Besi Naik Pangkat Jadi Kapten TNI di Usia 22 Tahun

VAR menunjukkan Mario Pasalic berada dalam posisi offside sebelum proses gol berlangsung. Wasit kemudian membatalkan gol tersebut sehingga Portugal tetap mempertahankan keunggulan.

Keputusan itu memancing protes keras dari pendukung Kroasia. Mereka melempar botol, kaleng minuman, dan berbagai benda ke arah lapangan. Aparat keamanan bersama kepolisian Toronto segera mengamankan stadion agar situasi kembali kondusif.

Sebelumnya, seorang penonton juga sempat berlari masuk ke lapangan setelah Goncalo Ramos mencetak gol kemenangan Portugal.

Portugal Tantang Spanyol

Portugal melangkah ke babak 16 besar dan akan menghadapi Spanyol di Dallas pada 6 Juli mendatang.

Sebaliknya, Kroasia mengakhiri perjalanan mereka di Piala Dunia 2026. Kekalahan ini juga berpotensi menjadi penampilan terakhir Luka Modric di panggung Piala Dunia setelah sebelumnya membawa Kroasia meraih posisi runner-up pada 2018 dan peringkat ketiga pada 2022. (**)

Share :

Baca Juga

Batang Hari

Ditresnarkoba Polda Jambi Bongkar Jaringan Narkoba 5,5 Kg Sabu dan Pencucian Uang

Nasioanal

Merokok 50 Tahun, Pasien Gelar Operasi Bypass Jantung Perdana

Batang Hari

Polda Jambi Gelar Sholat Ghaib untuk Ojol Almarhum Affan Kurniawan  
PPPK PW Masih Menunggu, Skema Pengangkatan Belum Final

Nasioanal

PPPK PW Masih Menunggu, Skema Pengangkatan Belum Final
Titik Lokasi Jatuh Helikopter Airbus H130 Ditemukan TNI

Nasioanal

Titik Lokasi Jatuh Helikopter Airbus H130 Ditemukan TNI

Hukum & Kriminal

Kapolri dan Panglima TNI Tegaskan Langkah Tegas Atasi Kerusuhan

Batang Hari

Dedy Putra Resmi Jadi Bupati Bungo: Ajak Warga Bersatu Membangun Daerah

Batang Hari

Modus Pengantin Pesanan Terungkap, Perempuan Indonesia Jadi Korban TPPO