Home / Kesehatan & Olahraga

Minggu, 8 Februari 2026 - 22:02 WIB

Bikin Cemas, Ini Penyebab Serius Haid Tidak Teratur yang Harus Diwaspadai

Penyebab Serius Haid Tidak Teratur yang Harus Diwaspadai

Penyebab Serius Haid Tidak Teratur yang Harus Diwaspadai

Aksarabrita.com // Haid tidak teratur kerap memicu kecemasan pada banyak perempuan. Kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga sering menjadi tanda awal adanya gangguan kesehatan yang serius. Dokter menegaskan bahwa perempuan perlu memahami penyebab haid tidak teratur agar dapat mengambil langkah pencegahan sejak dini.

Secara medis, siklus menstruasi normal berlangsung antara 21 hingga 35 hari. Ketika haid datang terlalu cepat, terlalu lama, atau bahkan tidak muncul selama beberapa bulan, tubuh sebenarnya sedang mengirim sinyal adanya masalah hormonal atau kondisi medis tertentu.

Berdasarkan informasi kesehatan, berbagai faktor dapat menyebabkan haid tidak teratur, mulai dari tekanan psikologis hingga penyakit kronis. Jika kondisi ini terjadi secara berulang, perempuan perlu segera melakukan pemeriksaan untuk memastikan kesehatan sistem reproduksi tetap terjaga.

Baca Juga :  Obat Kuat Alami Ampuh, Untuk Atasi Disfungsi Ereksi

Penyebab Serius Haid Tidak Teratur

Stres berlebihan

Stres mengganggu kerja hormon yang mengatur ovulasi sehingga siklus haid berubah atau terhenti sementara.

Gangguan kelenjar tiroid

Tiroid yang terlalu aktif atau kurang aktif memengaruhi keseimbangan hormon reproduksi.

Sindrom ovarium polikistik (PCOS)

PCOS menghambat ovulasi dan membuat menstruasi jarang atau tidak teratur.

Penggunaan kontrasepsi hormonal

Pil KB atau alat kontrasepsi hormonal dapat mengubah pola haid, terutama pada masa awal pemakaian.

Ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron

Kondisi ini sering muncul akibat perubahan berat badan ekstrem dan pola hidup tidak sehat.

Amenorrhea

Kondisi ini membuat menstruasi berhenti selama beberapa bulan atau tidak terjadi sama sekali.

Pola hidup tidak seimbang

Baca Juga :  PT PLTA Kerinci Merangin Hidro Gelar Sunatan Massal Gratis

Olahraga berlebihan, kurang tidur, diet ketat, dan obesitas mengacaukan sistem hormon tubuh.

Kanker rahim

Pada kasus tertentu, kanker rahim memicu perdarahan abnormal dan perubahan siklus haid.

Penyakit kronis seperti diabetes

Diabetes memengaruhi kerja hormon insulin dan berdampak pada siklus menstruasi.

Penyakit celiac

Gangguan penyerapan nutrisi ini memicu ketidakseimbangan hormon reproduksi.

Kista ovarium

Kista pada ovarium menimbulkan nyeri panggul dan perubahan jadwal menstruasi.

Dokter menyarankan perempuan untuk tidak mengabaikan haid tidak teratur, terutama jika kondisi tersebut berlangsung lebih dari tiga bulan atau disertai nyeri hebat dan perdarahan berlebihan. Pemeriksaan dini dan perubahan gaya hidup sehat dapat membantu mencegah komplikasi yang lebih serius. (***)

Ditinjau oleh dr. Enrico Hervianto SpOG (halodoc)

Share :

Baca Juga

8 Manfaat Pisang bagi Kesehatan Tubuh yang Perlu Anda Ketahui

Kesehatan & Olahraga

Manfaat Pisang Bagi Kesehatan Tubuh, No 7 Bikin Kaget
Donor Darah Massal di UNP Pecah Rekor, UNP–Bank Mestika Banjiri Stok PMI Padang

Kesehatan & Olahraga

Donor Darah Massal di UNP Pecah Rekor, UNP–Bank Mestika Banjiri Stok PMI Padang

Kesehatan & Olahraga

Timnas Indonesia Berpeluang Menang Kontra Arab Saudi
Messi Cetak Gol Bersejarah, Argentina Sempurna di Fase Grup Piala Dunia 2026

Kesehatan & Olahraga

Messi Cetak Gol Bersejarah, Argentina Sempurna di Fase Grup Piala Dunia 2026
Prabowo Subianto Berangkatkan Kontingen Indonesia ke SEA Games 2025 Thailand

Kesehatan & Olahraga

Prabowo Berangkatkan Kontingen Indonesia ke SEA Games 2025
Hasil Indonesia vs Irak: Timnas Tersingkir dari Kualifikasi Piala Dunia 2026

Kesehatan & Olahraga

Hasil Indonesia vs Irak: Timnas Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Begini Cara Membersihkan Kotoran Telinga Secara Alami dan Aman

Kesehatan & Olahraga

Begini Cara Membersihkan Kotoran Telinga Secara Alami dan Aman
Risiko Makan Durian untuk Anak Kecil

Kesehatan & Olahraga

Musim Durian Tiba, Ini Batas Aman Konsumsi Durian