Jakarta, Aksarabrita.com // Humas BKN menegaskan bahwa seluruh pemerintah daerah wajib mengoptimalkan Sistem Informasi Manajemen Talenta (SI-MATA) sebagai dasar pembinaan ASN berbasis data. Penegasan ini disampaikan dalam ekspose manajemen talenta yang digelar di Kantor Pusat BKN pada Kamis (4/12/2025), dan diikuti lima pemerintah daerah: Kotawaringin Timur, Kutai Kartanegara, Banjar, Kota Dumai, dan Rokan Hulu.
Deputi Bidang Pembinaan Penyelenggaraan Manajemen ASN BKN, Herman, menyoroti bahwa SI-MATA berfungsi sebagai tulang punggung pemetaan talenta ASN. Ia menegaskan bahwa daerah harus memanfaatkan data terbarui untuk memastikan kinerja ASN terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Penilaian kinerja ASN berpedoman pada tiga indikator utama: prestasi, keterlibatan lintas sektor, dan validasi ulang yang objektif. Semua penilaian itu akan akurat bila daerah memperbarui data secara konsisten di SI-MATA,” ujarnya.
Asesor Utama BKN, Supranawa Yusuf, kembali menegaskan bahwa BKN mewajibkan pemerintah daerah menjaga akurasi data, karena hal tersebut menjadi syarat utama pengelolaan talenta yang benar.
“Manajemen talenta tidak cukup hanya mengisi jabatan. Daerah harus meningkatkan kualitas data agar pembangunan organisasi berjalan efektif. SI-MATA sudah menjadi instrumen wajib,” tegasnya.
Dalam ekspose tersebut, beberapa daerah menampilkan progres kuat:
- Kotawaringin Timur meraih apresiasi karena menyajikan kualitas data kategori tinggi.
- Kutai Kartanegara berhasil mencapai indeks kualitas data kategori tertinggi sejak memulai program pada Februari 2025, serta membentuk tim khusus pemantau rekam jejak ASN.
- Kabupaten Banjar mencatat indeks kotak talenta sebesar 9,56, fokus pada pelatihan dan uji kompetensi ASN.
- Kota Dumai memenuhi Pilar 3 dengan kelengkapan data kompetensi mencapai 98%.
- Rokan Hulu memperkuat komitmen kelembagaan melalui dukungan penuh pimpinan dan pembentukan Komite Talenta.
Meski progresnya meningkat, BKN tetap memberikan catatan perbaikan terkait keterlambatan pengisian Sasaran Kinerja Pegawai (SKP), kurang lengkapnya data riwayat, serta tantangan sinkronisasi antar aplikasi.
Asesor Utama BKN, Aris Windiyanto, menegaskan bahwa seluruh proses kebijakan ASN hanya akan berjalan optimal jika daerah disiplin memperbarui data dalam SI-MATA.
“Data lengkap, valid, dan aktif membuat implementasi manajemen talenta jauh lebih mudah. Kami mendorong semua daerah untuk terus memperbarui data secara berkala agar integrasi SI-MATA dengan seluruh aplikasi BKN berjalan mulus,” tegasnya.
Ekspose tersebut memperlihatkan sinergi BKN dan daerah dalam mewujudkan pengelolaan ASN yang profesional dan berbasis kinerja. Melalui pemanfaatan SI-MATA sebagai sistem wajib, BKN berharap proses pembinaan dan penempatan ASN semakin tepat sasaran untuk mendukung percepatan pembangunan nasional.









