Home / Religi

Kamis, 30 April 2026 - 19:12 WIB

Ketika Keputusan Adat Kehilangan Kemaslahatan

Ketika Keputusan Adat Kehilangan Kemaslahatan

Ketika Keputusan Adat Kehilangan Kemaslahatan


Aksarabrita.com – Dalam praktik kehidupan adat hari ini, termasuk di Kerinci, banyak keputusan terlihat tuntas di permukaan. Sayangnya, di balik itu masih tersisa persoalan. Ibarat pepatah adat: api padam, puntung masih berasap.
Tulisan ini lahir dari kegelisahan. Ketika keputusan adat tidak lagi berpijak pada kemaslahatan, maka ia tidak hanya lemah secara moral, tetapi juga kehilangan legitimasi di tengah masyarakat.


Kemaslahatan sebagai Dasar Keputusan
Dalam khazanah fiqh siyasah, terdapat kaidah penting:
taṣarruf al-imaam ‘ala al-ra‘iyyah manuutun bi al-maslahah.
Artinya, setiap kebijakan pemimpin harus berorientasi pada kemaslahatan rakyat. Ukuran benar atau tidaknya sebuah keputusan bukan terletak pada siapa yang memutuskan, tetapi pada dampaknya bagi umat.
Di masyarakat adat seperti Kerinci, prinsip “sah kato syara’, pakai kato adat” menegaskan bahwa adat tidak berdiri sendiri. Adat hanya bernilai jika sejalan dengan syariat.


Kaidah lain menyebutkan: al-‘aadah muhakkamah—adat bisa menjadi pertimbangan hukum. Namun, adat tetap memiliki batas: tidak boleh menimbulkan mudarat dan harus menjaga kemaslahatan umum.
Masalah dalam Praktik Adat
Struktur adat sebenarnya sudah lengkap. Depati berperan sebagai pemutus, Pemangku sebagai pencermin, dan Ninik Mamak sebagai peneliti.

Baca Juga :  Nasib Honorer R2, R3, R4, Tergantung Daerah


Namun, dalam praktiknya sering muncul kelemahan:
Penelitian tidak mendalam
Cerminan tidak jernih
Musyawarah berubah menjadi formalitas
Akibatnya, keputusan tidak lagi lahir dari pencarian kebenaran. Sebaliknya, keputusan muncul karena dorongan untuk cepat menyelesaikan perkara.
Di sinilah pepatah api padam, puntung berasap menjadi nyata. Masalah terlihat selesai, tetapi menyisakan ketidakadilan.


Dampaknya tidak kecil. Tidak hanya pihak yang berperkara yang dirugikan, tetapi juga keluarga dan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga adat ikut tergerus.
Legitimasi Tidak Bisa Dipaksakan
Sebagian orang beranggapan bahwa menjaga keputusan lebih penting daripada membuka kembali konflik. Pandangan ini keliru.
Dalam perspektif syariat, keputusan yang tidak menghadirkan kemaslahatan tidak layak dipertahankan. Stabilitas semu tidak boleh menjadi alasan untuk membiarkan ketidakadilan.
Keputusan yang kehilangan kemaslahatan sejatinya telah kehilangan legitimasi. Karena itu, keputusan tersebut harus dikaji ulang dan diluruskan.
Dalam Islam, kekuasaan bukan untuk mempertahankan keputusan, melainkan untuk menegakkan keadilan.


Mengembalikan Fungsi Adat
Perbaikan harus dimulai dari dalam struktur adat itu sendiri:
Ninik Mamak harus memperkuat penelitian yang jujur
Pemangku harus menjadi cermin yang jernih
Depati harus berpihak pada keadilan
Musyawarah harus dikembalikan ke fungsi utamanya, yaitu mencari kebenaran, bukan sekadar formalitas.
Adat telah memberikan pedoman yang jelas:
“Adat basendi syara’, syara’ basendi Kitabullah.”
Prinsip ini bukan sekadar semboyan. Ia adalah standar moral dan hukum yang wajib dijaga.

Baca Juga :  Menag Ungkap Rahasia Empat Tingkatan Pemahaman Al-Qur'an


Jika tidak, maka yang dipertahankan bukan lagi adat, melainkan kesalahan yang dilegalkan.
Kekuatan adat tidak diukur dari seberapa cepat ia menutup perkara. Kekuatan adat terletak pada kemampuannya menghadirkan keadilan bagi semua pihak.
Keputusan adat seharusnya tidak berhenti pada “selesai secara musyawarah”, tetapi harus sampai pada “selesai secara keadilan”.
Jika tidak, maka yang tercipta hanyalah ketenangan semu. Di baliknya, bara ketidakadilan tetap menyala dan berpotensi muncul kembali.


Di sinilah makna pepatah adat diuji:
jangan sampai api dianggap padam, padahal puntungnya masih berasap.
Karena adat yang kehilangan kemaslahatan tidak lagi menjadi penuntun masyarakat, melainkan hanya menjadi catatan sejarah tanpa ruh.

Oleh: Aulia Syara’i, S.Pd., C.SQ
Ketua Ridjalul Ansor Kota Sungai Penuh
(Pemerhati Adat–Syara’)

Share :

Baca Juga

Batang Hari

Komjen Pol Rudy Heriyanto: DiisukanJabat Kapolri

Hukum & Kriminal

Kejagung Tetapkan Nadiem Makarim Tersangka Kasus Korupsi Pengadaan Laptop Rp9,3 Triliun
KemenPAN-RB Umumkan 4 Syarat Honorer Jadi PPPK Paruh Waktu 2024

Nasioanal

KemenPAN-RB Umumkan 4 Syarat Honorer PPPK Paruh Waktu
You said: Helikopter Caracal TNI AU Distribusikan 2,8 Ton Bantuan ke Tanah Datar dan Agam Distribusi bantuan bagi warga terdampak longsor dan banjir bandang di Sumatera Barat kembali dilakukan Lanud Sutan Sjahrir menggunakan helikopter Caracal EC-725/H225M HT-7206, Rabu (10/12/2025). Upaya ini ditempuh karena akses darat ke sejumlah wilayah masih terputus akibat material longsor dan lumpur. Pengiriman pertama menyasar Lapangan Sawah Lingkuang, Tanah Datar, dengan total logistik 1.300 kilogram. Bantuan berupa kebutuhan pokok, makanan siap saji, air mineral, perlengkapan bayi, dan obat-obatan diturunkan untuk mendukung kebutuhan pengungsi. Selanjutnya, bantuan didistribusikan ke Lapangan Jorong Masang, Kabupaten Agam. Helikopter membawa 1.500 kilogram bantuan yang langsung diterima perwakilan posko bencana setempat. Komandan Lanud Sutan Sjahrir, Kolonel Nav Wahyu Bintoro, S.E., M.M., M.Han., menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak. “Bantuan yang kita distribusikan hari ini adalah wujud sinergi dan kepedulian nyata dari banyak pihak,” ujarnya. Melalui pengiriman udara yang terus diupayakan, TNI AU berperan menjaga jalur bantuan tetap terbuka sekaligus memperkuat harapan warga di tengah masa pemulihan. buatkan naskah berita yang mengalir ChatGPT said: Berikut naskah berita yang lebih mengalir, rapi, dan enak dibaca: Helikopter Caracal TNI AU Salurkan 2,8 Ton Bantuan ke Tanah Datar dan Agam SUMATERA BARAT – TNI Angkatan Udara terus bergerak memastikan bantuan kemanusiaan menjangkau warga terdampak longsor dan banjir bandang di Sumatera Barat. Pada Rabu (10/12/2025), Lanud Sutan Sjahrir kembali mendistribusikan bantuan menggunakan helikopter Caracal EC-725/H225M HT-7206 ke sejumlah wilayah yang masih terisolasi. Distribusi bantuan melalui jalur udara menjadi pilihan utama karena akses darat ke beberapa lokasi terdampak belum dapat dilalui akibat material longsor dan lumpur. Dengan dukungan helikopter Caracal, pengiriman logistik dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran. Pengiriman pertama menyasar Lapangan Sawah Lingkuang, Kabupaten Tanah Datar. Sebanyak 1.300 kilogram bantuan diturunkan di lokasi tersebut. Logistik yang disalurkan meliputi kebutuhan pokok, makanan siap saji, air mineral, perlengkapan bayi, serta obat-obatan untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi. Usai menyelesaikan misi di Tanah Datar, helikopter Caracal melanjutkan penerbangan menuju Lapangan Jorong Masang, Kabupaten Agam. Di lokasi ini, TNI AU menyalurkan tambahan bantuan seberat 1.500 kilogram yang diterima langsung oleh perwakilan posko bencana setempat. Komandan Lanud Sutan Sjahrir, Kolonel Nav Wahyu Bintoro, S.E., M.M., M.Han., menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kerja sama berbagai pihak dalam penyaluran bantuan tersebut. Ia menegaskan bahwa misi kemanusiaan ini merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap warga yang tengah menghadapi masa sulit. “Bantuan yang kita distribusikan hari ini merupakan wujud sinergi dan kepedulian nyata dari banyak pihak untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana,” ujarnya. Melalui upaya pengiriman udara yang terus dilakukan, TNI AU berperan menjaga jalur bantuan tetap terbuka sekaligus menghadirkan harapan bagi warga Tanah Datar dan Agam di tengah proses pemulihan pascabencana. Jika ingin, saya bisa lanjutkan dengan judul SEO, meta description, atau tag berita sesuai kebutuhan media kamu. You said: buatkan keterbacaan hijau dan hilangkan kalimat pasif ChatGPT said: Siap. Berikut naskah berita dengan keterbacaan hijau, kalimat aktif, mengalir, dan ringkas tanpa kehilangan substansi: Helikopter Caracal TNI AU Salurkan 2,8 Ton Bantuan ke Tanah Datar dan Agam

Nasioanal

Helikopter Caracal TNI AU Salurkan 2,8 Ton Bantuan

Daerah

Bank Jambi Sediakan Pinjaman Multiguna dengan Plafon Besar dan Syarat Mudah Bagi PPPK

Batang Hari

Menpan RB Tetapkan Seragam PPPK Paruh Waktu
Presiden Prabowo Berkomitmen Sempurnakan Program MBG, Target Zero Error

Nasioanal

Presiden Prabowo Komitmen Sempurnakan MBG, Target 2 Zero

Hukum & Kriminal

Alasan Polisi Tangkap Direktur Lokataru Delpedro Marhaen