TANJAB BARAT — Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat memperkuat kesiapsiagaan menghadapi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Pemkab juga meningkatkan koordinasi lintas instansi untuk mencegah dan menangani kebakaran.
Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., memimpin Rapat Koordinasi Penanggulangan Karhutla di Ruang Pola Utama Kantor Bupati, Rabu (26/8).
Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin, S.I.P., M.M. selaku Komandan Satgas Karhutla Provinsi Jambi dan Wakapolda Jambi Brigjen Pol. K. Yani Sudarto, S.I.K., M.Si. turut hadir.
Unsur Forkopimda, BPBD, TNI, Polri, para camat, perusahaan, serta pihak terkait juga mengikuti rakor tersebut.
Lima Wilayah Masuk Peta Rawan Karhutla
Bupati Anwar Sadat menjelaskan, Tanjung Jabung Barat memiliki luas 5.009,82 kilometer persegi. Kawasan hutan mencapai 245.663,09 hektare atau sekitar 49,04 persen dari luas wilayah.
Kondisi geografis yang mencakup daratan, pesisir, rawa, sungai, dan lahan gambut meningkatkan risiko Karhutla saat musim kemarau.
Pemetaan tahun 2026 mencatat lima wilayah rawan. Wilayah tersebut meliputi Renah Mendaluh, Batang Asam, Bram Itam, Betara, dan Senyerang.
Pemkab Siapkan Personel dan Peralatan
Pemkab menyiapkan 32 personel BPBD, 12 personel Dinas Perkebunan dan Peternakan, serta 20 personel Manggala Agni.
RPK perusahaan, TNI, Polri, dan masyarakat juga ikut memperkuat penanganan Karhutla.
BPBD menyiapkan kendaraan dan peralatan pemadam untuk mendukung operasi di lapangan. BPBD juga menyiapkan anggaran Rp120,4 juta untuk Aktivasi Sistem Komando Penanganan Darurat Bencana Tahun 2026.
Wakapolda dan Danrem Dorong Pencegahan
Wakapolda Jambi Brigjen Pol. K. Yani Sudarto meminta seluruh pihak menjaga kekompakan dan mempercepat respons ketika menemukan potensi kebakaran.
“Yang terpenting, respons kita harus cepat dan tepat, kesiapsiagaan harus terus dipelihara, serta kewaspadaan jangan sampai menurun,” tegasnya.
Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin juga meminta seluruh pihak memperkuat pencegahan dan deteksi dini.
Menurutnya, petugas akan menghadapi kesulitan lebih besar ketika api sudah meluas.
“Kalau sudah terjadi, apalagi apinya sudah membesar, akan sulit. Karena itu, kuncinya adalah penjagaan dan pencegahan,” tegasnya.
Danrem mendorong Pemkab menambah posko di wilayah rawan, terutama Kecamatan Batang Asam. Ia juga meminta BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, perusahaan, dan masyarakat memperkuat koordinasi.
Danrem mengingatkan petugas terhadap karakteristik lahan gambut. Api dapat merambat di bawah permukaan tanah dan kembali muncul setelah petugas memadamkan api di permukaan.
Pemkab Evaluasi Posko Karhutla
Bupati Anwar Sadat meminta jajaran Pemkab mengevaluasi posko, personel, kendaraan, dan peralatan Karhutla.
Pemkab juga akan meningkatkan koordinasi lintas instansi setiap pekan. Jajaran terkait dapat menggunakan komunikasi daring untuk memantau kondisi lapangan.
Bupati mendorong penambahan posko di wilayah strategis, terutama kawasan dengan akses sulit.
Ia juga meminta perusahaan ikut mendukung operasional posko. Masyarakat akan membantu pengawasan selama periode rawan, khususnya Agustus hingga Oktober.
Para camat, kepala desa, lurah, dan perangkat daerah harus segera merespons setiap laporan kebakaran.
Masyarakat dapat menghubungi layanan darurat 112 (Hallo Ustaz) atau Kepolisian 110 saat menemukan kebakaran.
Karhutla Masih Terkendali
Pemkab Tanjung Jabung Barat telah menetapkan status siaga darurat Karhutla. Pemkab juga mengaktifkan posko dan membentuk Satgas Penanganan Karhutla.
Petugas menjalankan patroli, edukasi, serta pengecekan titik panas bersama instansi terkait.
Saat ini, petugas masih mengendalikan Karhutla di lahan gambut. Namun, kebakaran pada lahan mineral masih membutuhkan penanganan lebih cepat karena akses sulit dan kondisi topografi.
Petugas juga menghadapi keterbatasan sumber air akibat kanal dan embung yang mengering. Angin kencang turut meningkatkan risiko lompatan api.
Melalui rakor tersebut, Pemkab, TNI, Polri, perusahaan, dan masyarakat sepakat memperkuat sinergi.
Seluruh pihak akan mempercepat penyampaian informasi, meningkatkan kesiapsiagaan, dan mengutamakan pencegahan.
Langkah tersebut diharapkan mampu mencegah Karhutla meluas serta menjaga lingkungan, kualitas udara, dan keselamatan masyarakat Tanjung Jabung Barat. (Tim)




















