Home / Daerah / Pemerintah / Sungai Penuh

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:26 WIB

Literasi Digital Jadi Benteng Lawan IRET

Literasi Digital Jadi Benteng Lawan IRET

Literasi Digital Jadi Benteng Lawan IRET

Sungai Penuh, Aksarabrita.com – Pencegahan penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh adat, hingga pemerintah desa harus memperkuat sinergi agar nilai persatuan dan toleransi tetap tumbuh di tengah kehidupan masyarakat.

Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, menyampaikan komitmen tersebut saat menghadiri Sosialisasi Akbar Pencegahan Paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) di Aula Kampus IAIN Kerinci, Jumat (19/6/2026). Kegiatan itu menghadirkan Bhabinkamtibmas, camat, dan kepala desa dari Kabupaten Kerinci serta Kota Sungai Penuh.

Kastagaswil Densus 88 AT Polri Jambi Kombes Pol. Beri Diatra, S.I.K., M.H., Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si., Kapolres Kerinci AKBP Ramadhanil, S.H., S.I.K., M.H., Dandim 0417/Kerinci, Kepala Kejaksaan Negeri Sungai Penuh, unsur Pengadilan Agama Sungai Penuh, Sekretaris Daerah Kota Sungai Penuh Alpian, S.E., M.M., serta Rektor IAIN Kerinci Dr. Jafar Ahmad, M.Si., turut menghadiri kegiatan tersebut.

Baca Juga :  Bupati Tanjabar Dorong Penguatan Kepemimpinan Sekolah

Azhar Hamzah menegaskan bahwa Pemerintah Kota Sungai Penuh terus memperkuat langkah pencegahan paham IRET melalui edukasi, kolaborasi, dan pelibatan masyarakat. Menurutnya, pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan penegakan hukum. Seluruh pemangku kepentingan harus membangun kesadaran masyarakat sejak tingkat desa agar mampu mengenali dan menolak paham yang bertentangan dengan nilai kebangsaan.

Azhar juga menyoroti perkembangan teknologi informasi yang membuka ruang bagi penyebaran paham radikal. Karena itu, ia mengajak masyarakat meningkatkan literasi digital agar mampu memilah informasi, memverifikasi kebenaran berita, tidak mudah terprovokasi, serta menghindari penyebaran ujaran kebencian maupun konten yang memicu perpecahan.

Menurutnya, tokoh agama, tokoh adat, tenaga pendidik, dan aparatur pemerintah memegang peran penting dalam membina masyarakat. Mereka dapat menanamkan nilai toleransi, moderasi beragama, semangat persaudaraan, serta rasa cinta tanah air melalui pendidikan, dakwah, dan pembinaan sosial yang berkelanjutan.

Baca Juga :  Antisipasi Kekeringan Ekstrem 2026, Wali Kota Sungai Penuh Hadiri Rakor Nasional

Azhar juga mengajak seluruh peserta sosialisasi menjadi pelopor pencegahan paham IRET di wilayah masing-masing. Ia berharap setiap peserta menyampaikan kembali materi sosialisasi kepada masyarakat sehingga semakin banyak warga yang memahami bahaya intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme.

“Kita harus menjaga persatuan, memperkuat toleransi, dan meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk penyebaran paham radikalisme maupun terorisme. Dengan kebersamaan, kita dapat menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan kondusif bagi seluruh masyarakat,” tegas Azhar Hamzah. **

Share :

Baca Juga

Siti Hediati Soeharto berkunjung ke PT Pupuk Kujang, Karawang, Jawa Barat, Jumat (26/6/2026).

Pemerintah

Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen, Petani Makin Semangat

Daerah

Cek Jadwal Pelantikan PPPK Paruh Waktu 2025

Daerah

PD IWO Kerinci-Sungaipenuh Apresiasi Polres Kerinci Atas Keberhasilan Penangkapan Pelaku Pembunuhan
Dari 272 Jamaah, 270 Kembali ke Tanjab Barat

Daerah

Dari 272 Jamaah, 270 Kembali ke Tanjab Barat

Game

Wawako Azhar Buka Minilok Lintas Sektor Percepatan Penurunan Stunting
PPPK Paruh Waktu Menanti THR, Tunggu Aturan Resmi Pemerintah Pusat

Nasioanal

Dari Mana Sumber Gaji PPPK Paruh Waktu? Ini Penjelasannya!

Daerah

Temui Satker PUPR, Wako Alfin Pastikan Pembangunan Pasar Beringin Jaya Dimulai

Daerah

Mewakili TPPS Kerinci, Kadis Kominfo Yuldi Candra Berikan Bantuan Stunting di Puskesmas Kersik Tuo