BANGKO, Aksarabrita.com — Banjir bandang menerjang Desa Pulau Bayur, Kecamatan Pamenang Selatan, dan menghantam permukiman warga dengan arus deras. Bencana yang terjadi pada Minggu (26/4) itu merusak puluhan rumah dan menghanyutkan belasan rumah tanpa sisa.
Data di lapangan mencatat sekitar 80 rumah terdampak, sementara lebih dari 10 rumah hanyut terbawa arus. Warga kehilangan tempat tinggal dan harus bertahan dalam kondisi darurat.
Wakil Bupati Merangin A. Khafidh turun langsung ke lokasi pada Sabtu (2/5). Ia meninjau kondisi warga dan menyalurkan bantuan sosial untuk meringankan beban korban.
A. Khafidh datang bersama Kepala BPBD Sahiri, Kadis Perkim Sibas, Kadis Kominfo Ahmad Khoirudin, Kadis Nakbun Daryanto, Direktur PDAM Antoni, Camat Pamenang Selatan, dan Kepala Desa Pulau Bayur. Mereka bergerak cepat memastikan bantuan tepat sasaran.
Banjir juga memutus jembatan gantung yang selama ini menjadi akses utama warga. Anak-anak kehilangan jalur menuju sekolah karena jembatan itu menghubungkan desa dengan PAUD, TK, SD, dan madrasah di seberang sungai.
A. Khafidh menegaskan pemerintah daerah langsung menetapkan status tanggap darurat. Ia memimpin koordinasi bersama Forkopimda untuk mempercepat penanganan.
“Kami melihat langsung kondisi warga. Arus deras menghanyutkan rumah dan memutus jembatan yang sangat vital bagi aktivitas masyarakat,” ujar A. Khafidh.
Pemerintah daerah menyiapkan pembangunan jembatan baru di lokasi yang lebih aman dan lebih tinggi. Warga sebelumnya menyampaikan kekhawatiran terhadap banjir susulan karena lokasi lama rawan.
Bupati Merangin M. Syukur memantau kondisi melalui sambungan video call dan menyetujui rencana pembangunan jembatan baru sebagai solusi jangka panjang.
A. Khafidh meminta warga tetap kuat dan saling membantu. Ia memastikan pemerintah daerah terus mengawal pemulihan hingga kondisi Desa Pulau Bayur kembali normal. (***)



















