Aksarabrita.com – Nama Luca Zidane menjadi sorotan setelah Lionel Messi mencetak tiga gol ke gawangnya pada laga pembuka Grup J Piala Dunia 2026, Rabu (17/6/2026).
Meski Aljazair kalah 0-3 dari Argentina, penampilan Luca tetap menarik perhatian publik. Putra legenda sepak bola Zinedine Zidane itu menempuh jalan berbeda dengan memilih membela Timnas Aljazair, bukan Prancis seperti sang ayah.
Luca mengambil keputusan tersebut setelah mendapat persetujuan perpindahan asosiasi dari FIFA. Ia memanfaatkan haknya karena memiliki darah Aljazair dari garis keturunan keluarga ayahnya. Sebelumnya, Luca sempat memperkuat Timnas Prancis di kelompok usia, tetapi belum pernah tampil di level senior.
Lahir di Aix-en-Provence pada 1998, Luca mengasah kemampuannya di akademi Real Madrid. Ia berkembang sebagai penjaga gawang sebelum melanjutkan karier profesional bersama sejumlah klub di Spanyol.
Luca memilih Aljazair karena ingin menghormati akar keluarganya. Ia menilai negara Afrika Utara tersebut sebagai bagian penting dari identitas keluarga yang diwariskan turun-temurun.
Piala Dunia 2026 menjadi panggung terbesar dalam karier internasionalnya. Luca mencatat sejarah sebagai putra Zinedine Zidane yang tampil di Piala Dunia dengan membela negara berbeda. Sang ayah pernah membawa Prancis meraih gelar juara dunia pada 1998, sedangkan Luca kini berjuang bersama Aljazair.
Pada pertandingan pembuka Grup J, Argentina tampil dominan. Lionel Messi mencetak hat-trick dan membawa timnya menang 3-0 atas Aljazair, Rabu (17/6/2026). Hasil tersebut membuat Luca harus mengawali kiprahnya di Piala Dunia dengan kekalahan.
Meski menerima hasil kurang memuaskan, Luca masih memiliki peluang untuk bangkit pada laga berikutnya. Penjaga gawang berusia 28 tahun itu bertekad membantu Aljazair bersaing di fase grup sekaligus membangun kariernya sendiri di luar bayang-bayang nama besar Zinedine Zidane. (***)









