Home / Pemerintah / Religi

Kamis, 2 Juli 2026 - 14:50 WIB

Kemenag Ubah Bimbingan Nikah, Materi Kini Disesuaikan dengan Usia Pengantin

ilustrasi bimbingan pernikahan

ilustrasi bimbingan pernikahan

Aksarabrita.com – Kementerian Agama (Kemenag) mengubah metode layanan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) dengan menyesuaikan materi dan pendekatan pembelajaran sesuai usia serta karakter calon pengantin. Langkah ini bertujuan agar setiap pasangan memperoleh pembekalan yang lebih relevan sebelum membangun keluarga.

Kemenag memulai perubahan tersebut melalui penguatan kompetensi lebih dari 5.000 fasilitator Bimwin di seluruh Indonesia pada 2026. Kemenag menyusun program itu berdasarkan analisis data perkawinan nasional 2025.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Abu Rokhmad mengatakan, data perkawinan 2025 menunjukkan kebutuhan calon pengantin semakin beragam. Mayoritas pasangan memasuki pernikahan pertama pada usia produktif, sedangkan sebagian lainnya kembali menikah setelah bercerai atau kehilangan pasangan.

“Data perkawinan tahun 2025 memberikan gambaran yang semakin utuh mengenai profil calon pengantin Indonesia. Mayoritas merupakan pasangan usia produktif yang akan membangun keluarga untuk pertama kalinya. Namun, kita juga melihat adanya pasangan yang memasuki pernikahan kembali dengan pengalaman hidup yang berbeda. Karena itu, layanan Bimbingan Perkawinan harus terus berkembang agar mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat,” ujar Abu Rokhmad di Jakarta, Rabu (1/7/2026).

Baca Juga :  Tenaga Honorer Dihapus Mulai 2026, Hanya PNS dan PPPK

Sepanjang 2025, Kemenag mencatat 2.960.081 calon pengantin atau 1.480.048 pasangan menikah. Angka tersebut naik 0,12 persen dibandingkan 2024 yang mencapai 1.478.302 pasangan. Sebanyak 61 persen calon pengantin berusia 22 hingga 30 tahun. Sebanyak 82 persen pasangan menjalani pernikahan pertama, sedangkan 18 persen lainnya memilih menikah kembali setelah perceraian atau meninggalnya pasangan. Pada periode yang sama, Kemenag memfasilitasi isbat nikah bagi 47.258 pasangan.

Kemenag membekali para fasilitator dengan kemampuan mengenali karakter calon pengantin, menerapkan metode pembelajaran orang dewasa, membangun komunikasi empatik, serta mengelola pembelajaran yang interaktif dan partisipatif.

“Kami ingin para fasilitator tidak hanya menjadi penyampai materi, tetapi juga menjadi pendamping yang mampu memahami kebutuhan peserta. Penguatan kompetensi fasilitator merupakan investasi penting untuk meningkatkan kualitas keluarga Indonesia, karena keluarga yang kuat berawal dari persiapan perkawinan yang baik,” tegas Abu Rokhmad.

Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Ahmad Zayadi menjelaskan, Kemenag tetap menggunakan kurikulum nasional dalam Bimwin. Namun, fasilitator akan menyesuaikan cara penyampaian materi, studi kasus, dan ruang diskusi sesuai usia serta pengalaman hidup peserta.

Baca Juga :  Hurmin Perkuat Tata Kelola Perumda Tirta Sako Batuah

“Pasangan usia 23 tahun yang baru memulai kehidupan rumah tangga tentu memiliki kebutuhan yang berbeda dengan pasangan berusia 40 tahun yang menikah kembali. Materinya tetap sama, tetapi cara penyampaian, studi kasus, dan ruang diskusinya akan dibuat lebih kontekstual,” jelas Ahmad Zayadi.

Kemenag juga memperkuat ekosistem fasilitator melalui pembelajaran digital, pengembangan bank studi kasus, pelatihan berkelanjutan, dan forum berbagi praktik baik. Melalui langkah tersebut, Kemenag ingin menjaga kualitas layanan Bimbingan Perkawinan di seluruh Indonesia.

Selain itu, Kemenag menambahkan materi mengenai komunikasi suami istri, ketahanan ekonomi keluarga, kesehatan reproduksi, kesehatan mental keluarga, literasi digital, pengasuhan anak, pencegahan kekerasan dalam rumah tangga, serta penguatan relasi bagi pasangan yang membangun keluarga kembali setelah perceraian atau kehilangan pasangan. (***)

Share :

Baca Juga

Nasioanal

MenPAN-RB Terbitkan Surat Perpanjangan Jadwal Pengusulan PPPK Paruh Waktu  2025
Visual: Pegawai ASN/PPPK bekerja di kantor, ada ikon gaji atau dokumen pembayaran di latar belakang

Nasioanal

Ini Mekanisme Gaji PPPK Paruh Waktu 2026
Indonesia Tolak Atlet Israel di Kejuaraan Senam Dunia Jakarta 2025

Kesehatan & Olahraga

Indonesia Tolak Atlet Israel di Kejuaraan Senam Dunia Jakarta 2025
Sekolah Rakyat Dikunjungi Dua Kakak Presiden Prabowo

Nasioanal

Sekolah Rakyat Dikunjungi Dua Kakak Presiden Prabowo

Nasioanal

Kata Mensesneg Mengenai Usulan Makan Bergizi Gratis Jadi Uang Tunai
Jambore PKK 2025 Dibuka, Wali Kota Alfin Ajak Dukung UMKM

Game

Jambore PKK 2025 Dibuka, Wali Kota Alfin Ajak Dukung UMKM
You said: Helikopter Caracal TNI AU Distribusikan 2,8 Ton Bantuan ke Tanah Datar dan Agam Distribusi bantuan bagi warga terdampak longsor dan banjir bandang di Sumatera Barat kembali dilakukan Lanud Sutan Sjahrir menggunakan helikopter Caracal EC-725/H225M HT-7206, Rabu (10/12/2025). Upaya ini ditempuh karena akses darat ke sejumlah wilayah masih terputus akibat material longsor dan lumpur. Pengiriman pertama menyasar Lapangan Sawah Lingkuang, Tanah Datar, dengan total logistik 1.300 kilogram. Bantuan berupa kebutuhan pokok, makanan siap saji, air mineral, perlengkapan bayi, dan obat-obatan diturunkan untuk mendukung kebutuhan pengungsi. Selanjutnya, bantuan didistribusikan ke Lapangan Jorong Masang, Kabupaten Agam. Helikopter membawa 1.500 kilogram bantuan yang langsung diterima perwakilan posko bencana setempat. Komandan Lanud Sutan Sjahrir, Kolonel Nav Wahyu Bintoro, S.E., M.M., M.Han., menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak. “Bantuan yang kita distribusikan hari ini adalah wujud sinergi dan kepedulian nyata dari banyak pihak,” ujarnya. Melalui pengiriman udara yang terus diupayakan, TNI AU berperan menjaga jalur bantuan tetap terbuka sekaligus memperkuat harapan warga di tengah masa pemulihan. buatkan naskah berita yang mengalir ChatGPT said: Berikut naskah berita yang lebih mengalir, rapi, dan enak dibaca: Helikopter Caracal TNI AU Salurkan 2,8 Ton Bantuan ke Tanah Datar dan Agam SUMATERA BARAT – TNI Angkatan Udara terus bergerak memastikan bantuan kemanusiaan menjangkau warga terdampak longsor dan banjir bandang di Sumatera Barat. Pada Rabu (10/12/2025), Lanud Sutan Sjahrir kembali mendistribusikan bantuan menggunakan helikopter Caracal EC-725/H225M HT-7206 ke sejumlah wilayah yang masih terisolasi. Distribusi bantuan melalui jalur udara menjadi pilihan utama karena akses darat ke beberapa lokasi terdampak belum dapat dilalui akibat material longsor dan lumpur. Dengan dukungan helikopter Caracal, pengiriman logistik dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran. Pengiriman pertama menyasar Lapangan Sawah Lingkuang, Kabupaten Tanah Datar. Sebanyak 1.300 kilogram bantuan diturunkan di lokasi tersebut. Logistik yang disalurkan meliputi kebutuhan pokok, makanan siap saji, air mineral, perlengkapan bayi, serta obat-obatan untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi. Usai menyelesaikan misi di Tanah Datar, helikopter Caracal melanjutkan penerbangan menuju Lapangan Jorong Masang, Kabupaten Agam. Di lokasi ini, TNI AU menyalurkan tambahan bantuan seberat 1.500 kilogram yang diterima langsung oleh perwakilan posko bencana setempat. Komandan Lanud Sutan Sjahrir, Kolonel Nav Wahyu Bintoro, S.E., M.M., M.Han., menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kerja sama berbagai pihak dalam penyaluran bantuan tersebut. Ia menegaskan bahwa misi kemanusiaan ini merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap warga yang tengah menghadapi masa sulit. “Bantuan yang kita distribusikan hari ini merupakan wujud sinergi dan kepedulian nyata dari banyak pihak untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana,” ujarnya. Melalui upaya pengiriman udara yang terus dilakukan, TNI AU berperan menjaga jalur bantuan tetap terbuka sekaligus menghadirkan harapan bagi warga Tanah Datar dan Agam di tengah proses pemulihan pascabencana. Jika ingin, saya bisa lanjutkan dengan judul SEO, meta description, atau tag berita sesuai kebutuhan media kamu. You said: buatkan keterbacaan hijau dan hilangkan kalimat pasif ChatGPT said: Siap. Berikut naskah berita dengan keterbacaan hijau, kalimat aktif, mengalir, dan ringkas tanpa kehilangan substansi: Helikopter Caracal TNI AU Salurkan 2,8 Ton Bantuan ke Tanah Datar dan Agam

Nasioanal

Helikopter Caracal TNI AU Salurkan 2,8 Ton Bantuan

Nasioanal

Yenny Wahid Kritik Tunjangan DPR Rp50 Juta: Rakyat Sulit, Jangan Hamburkan Uang