JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mencopot Purbaya Yudhi Sadewa dari jabatan Menteri Keuangan pada Senin (14/9/2026). Keputusan itu langsung menuai sorotan.
Presiden kemudian melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan yang baru.
Direktur Eksekutif CELIOS, Bhima Yudhistira, turut menganalisis keputusan tersebut. Ia menyoroti sejumlah kebijakan Purbaya selama memimpin Kementerian Keuangan.
Purbaya menjabat Menteri Keuangan sejak 8 September 2025. Ia menggantikan Sri Mulyani.
Menurut Bhima, persoalan utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh menjadi salah satu faktor yang perlu mendapat perhatian.
Purbaya sebelumnya menyampaikan rencana pembayaran utang Whoosh melalui cicilan hingga 80 tahun. Pemerintah memperkirakan nilai cicilan sekitar Rp1 triliun per tahun.
Pemerintah juga mempertimbangkan skema pembayaran melalui Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan atau Indonesia Investment Authority (INA).
Purbaya menyampaikan rencana tersebut pada Selasa (8/9/2026).
Bhima menilai kebijakan utang Whoosh menjadi salah satu blunder terbesar Purbaya selama menjabat Menteri Keuangan.
Ia juga menyoroti keputusan pemerintah mengurangi anggaran daerah untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Blunder kebijakan Purbaya paling fatal adalah menyetujui efisiensi anggaran daerah yang brutal untuk MBG dan mengambil risiko utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung di bawah tanggungan APBN. Dua kebijakan ini berdampak pada beban utang pemerintah jangka panjang dan merusak tata kelola anggaran,” kata Bhima. (Tim)




















