Aksarabrita.com – Pelatih Timnas Jerman, Julian Nagelsmann, meluapkan kemarahannya setelah keputusan VAR menganulir gol Jonathan Tah dalam laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 melawan Paraguay. Menurutnya, keputusan tersebut menjadi titik balik yang merugikan timnya.
Nagelsmann langsung memegangi kepalanya saat wasit membatalkan gol Tah usai meninjau tayangan ulang. Seusai pertandingan, ia kembali mengkritik keputusan tersebut dengan nada tegas.
“Ini benar-benar lelucon! Saya tidak tahu apa yang dia lihat di sana,” ujar Nagelsmann kepada Magenta.
Paraguay Tampil Disiplin
Paraguay memberikan perlawanan sengit sejak awal pertandingan. Tim asal Amerika Selatan itu unggul lebih dulu melalui gol Julio Enciso pada babak pertama dan menutup paruh pertama dengan keunggulan 1-0.
Jerman merespons cepat setelah turun minum. Kai Havertz mencetak gol penyeimbang pada menit ke-54 sehingga skor berubah menjadi 1-1.
Kedua tim terus saling menekan sepanjang sisa waktu normal. Namun, tidak ada tambahan gol sehingga pertandingan berlanjut ke babak perpanjangan waktu.
Gol Tah Dianulir VAR
Pada awal babak tambahan, Jerman meningkatkan intensitas serangan untuk menghindari adu penalti. Jonathan Tah sempat mencetak gol yang membuat para pemain dan suporter bersorak.
Namun, wasit membatalkan gol tersebut setelah menerima rekomendasi VAR. Keputusan itu memicu protes keras dari para pemain Jerman dan membuat Nagelsmann geram di pinggir lapangan.
Jerman Gagal di Adu Penalti
Pertandingan akhirnya ditentukan melalui adu penalti. Jerman tampil jauh dari harapan dengan hanya mampu memanfaatkan sebagian kecil peluang dari enam penendang.
Paraguay memanfaatkan kegagalan lawannya dan memastikan tiket ke perempat final, sementara Jerman harus mengakhiri perjalanan mereka lebih cepat.
Hasil ini memperpanjang catatan buruk Die Mannschaft di ajang Piala Dunia. Untuk ketiga kalinya secara beruntun, Jerman gagal melangkah lebih jauh setelah kembali tersingkir lebih awal. Tim yang pernah mendominasi sepak bola dunia itu kini menghadapi tekanan besar untuk segera bangkit dan melakukan evaluasi menyeluruh. **



















