Aksarabrita.com – Kementerian Agama menggandeng Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk memperkuat pencegahan stunting sejak sebelum pernikahan. Kedua lembaga mengoptimalkan pendampingan calon pengantin dan memperkuat edukasi keluarga melalui Kantor Urusan Agama (KUA).
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Abu Rokhmad bersama jajaran BKKBN membahas langkah tersebut dalam pertemuan di Ruang Rapat Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Jakarta. Dalam pertemuan itu, BKKBN memperkenalkan aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Siap Hamil (ELSIMIL) serta mengusulkan pemanfaatannya di seluruh KUA.
Abu Rokhmad menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menegaskan Kementerian Agama siap memperkuat sinergi dengan BKKBN untuk membangun keluarga Indonesia yang sehat dan berkualitas.
Menurut Abu Rokhmad, pemerintah harus memulai upaya pencegahan stunting sejak pasangan mempersiapkan pernikahan. Ia menilai langkah tersebut lebih efektif daripada menunggu kelahiran anak.
“Pencegahan stunting merupakan tanggung jawab bersama. Kementerian Agama memiliki instrumen yang kuat melalui layanan bimbingan perkawinan, KUA, dan penyuluh agama untuk membangun kesadaran masyarakat sejak sebelum menikah,” kata Abu Rokhmad di Jakarta, Selasa (4/8/2026).
Abu Rokhmad juga mendukung pemanfaatan materi Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) dalam khutbah, ceramah, dan penyuluhan agama. Menurutnya, para penyuluh dan tokoh agama dapat memperkuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya peran ayah dalam membangun keluarga yang sehat, harmonis, dan bertanggung jawab.
“Nilai-nilai keagamaan memiliki kekuatan besar dalam membentuk perilaku masyarakat. Karena itu, kami akan memanfaatkan berbagai media dakwah dan penyuluhan keagamaan untuk menguatkan peran ayah dalam pengasuhan keluarga,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi antar kementerian menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas keluarga Indonesia. Menurutnya, setiap program harus saling mendukung agar mampu memperkuat ketahanan keluarga secara berkelanjutan.
Abu Rokhmad menambahkan bahwa kolaborasi tersebut sejalan dengan kebijakan Menteri Agama Nasaruddin Umar yang menempatkan penguatan ketahanan keluarga sebagai bagian penting dari pembangunan umat. Ia berharap sinergi Kemenag dan BKKBN mampu menghadirkan layanan yang lebih terintegrasi untuk mencegah stunting, memperkuat peran orang tua, dan meningkatkan kualitas keluarga Indonesia.
Selain itu, BKKBN menawarkan materi Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) berbasis enam agama sebagai bahan khutbah, ceramah, penyuluhan, dan media edukasi keagamaan. Nopian meyakini pendekatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan sekaligus membentuk generasi yang sehat dan berkualitas. (***)




















