Penjelasan Ulama: Mengapa Suami Lebih Utama daripada Orang Tua bagi Seorang Istri?

Gambar Ilustrasi Istri dan Suami

Gambar Ilustrasi Istri dan Suami

BERITA RELIGI//  Dalam ajaran Islam, setiap individu memiliki kewajiban dan hak yang telah ditetapkan syariat, termasuk dalam hubungan keluarga. Salah satu yang kerap menjadi perbincangan adalah posisi suami dan orang tua dalam kehidupan seorang wanita setelah menikah. Banyak ulama menjelaskan bahwa bagi seorang istri, ketaatan kepada suami lebih utama daripada kepada orang tua, selama tidak dalam hal maksiat.

Menurut para ulama, ketika seorang perempuan telah menikah, maka tanggung jawabnya beralih dari orang tua kepada suaminya. Ini bukan berarti istri tidak lagi menghormati atau menyayangi orang tuanya, melainkan dalam hal ketaatan dan kepemimpinan rumah tangga, suami menjadi prioritas utama.

Dalil dari Hadis Rasulullah SAW

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda:

Baca Juga :  PPPK PW Masih Menunggu, Skema Pengangkatan Belum Final

“Jika aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain, maka aku akan perintahkan seorang istri untuk sujud kepada suaminya, karena besarnya hak suami atas istrinya.”(HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

Hadis ini menekankan betapa besar hak seorang suami atas istrinya, sehingga ketaatan kepada suami dalam hal yang baik menjadi ibadah tersendiri bagi seorang istri.

Penjelasan Ulama

Ulama besar seperti Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menjelaskan bahwa:

“Seorang istri wajib taat kepada suaminya dalam segala hal, selama tidak bertentangan dengan perintah Allah dan Rasul-Nya. Bahkan, jika orang tua memanggil dan suami melarang karena ada kebutuhan yang sah, maka istri lebih dahulu memenuhi perintah suaminya.”

Baca Juga :  Kemenag Bangun MIN 5 Pidie Jaya Aceh yang Hilang Akibat Banjir

Demikian pula, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin menyatakan bahwa:

“Jika terjadi pertentangan antara keinginan suami dan orang tua, maka istri wajib mendahulukan ketaatan kepada suaminya, selama bukan dalam perkara maksiat.”

Ketaatan kepada suami tidak berarti mengabaikan atau durhaka kepada orang tua. Seorang istri tetap wajib berbakti dan menghormati orang tuanya, namun dalam tata kehidupan rumah tangga, perintah suami yang baik dan syar’i harus diutamakan.

Islam telah menetapkan struktur tanggung jawab dalam keluarga dengan sangat rapi. Ketika seorang perempuan menikah, maka suami menjadi pemimpin dalam rumah tangga, dan istri sebagai pendamping yang taat. Ketaatan kepada suami yang baik adalah bentuk ibadah yang sangat besar pahalanya.

Share :

Baca Juga

Piala Dunia 2026, FIFA World Cup 2026, Grup A, Meksiko, Afrika Selatan, Korea Selatan, Ceko, Hasil Piala Dunia, Klasemen Grup A, Sepak Bola Dunia, Thapelo Maseko, Meksiko Lolos, Korea Gagal, Babak 32 Besar, World Cup 2026

Kesehatan & Olahraga

Afrika Selatan Ukir Sejarah, Korea Gagal Amankan Tiket

Daerah

Disambut Haru Siswa, Roni Ardiansyah Resmi Kembali Pimpin SMPN 1 Prabumulih

Daerah

Penandatanganan MoU: Bawaslu Kerinci Gandeng Polres, APDESI, dan Kominfo untuk Pemilu Berintegritas
Skuter Listrik Omoway Resmi Meluncur

Nasioanal

Skuter Listrik Omoway Resmi Meluncur

Batang Hari

Fadli Zon Bantah Pemerkosaan Massal 1998, Dikecam Aktivis dan Korban
Program Beasiswa Pro-Jambi Cerdas Tahun 2026 Resmi Dibuka

Pemerintah

Program Beasiswa Pro-Jambi Cerdas Tahun 2026 Resmi Dibuka

Daerah

Tak Ada Kejelasan Penyelesaian Adat, Pabrik PT SAL I Digeruduk SAD Tebo

Game

Walikota Azhar Hamzah: Munas Forwakada Jadi Wahana Sinergi Menuju Indonesia Emas