Home / Hukum & Kriminal / Nasioanal

Kamis, 30 Oktober 2025 - 08:25 WIB

Prada Lucky Disiksa karena Tuduhan Gay, Tanpa Bukti

Tuduhan Gay Tak Terbukti: Prada Lucky Tewas Dianiaya Senior, 20 Prajurit TNI Disidang

Tuduhan Gay Tak Terbukti: Prada Lucky Tewas Dianiaya Senior, 20 Prajurit TNI Disidang

NTT, Aksarabrita.com // Kasus kematian Prada Lucky Chepril Saputra Namo, prajurit dua TNI Angkatan Darat, kembali menarik perhatian nasional setelah muncul dugaan penganiayaan yang terjadi di dalam kesatuan. Pada akhir Juli 2025, puluhan senior diduga menganiaya Lucky selama proses pembinaan di Kabupaten Nagekeo, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.

Tujuh hari setelah insiden itu, Lucky meninggal dunia. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan kerusakan organ yang sangat parah. Organ ginjal mengalami kebocoran dan dokter menduga kekerasan fisik berulang menyebabkan kondisi tersebut.

Pihak TNI Angkatan Darat pernah menyebut insiden itu sebagai bagian dari proses “pembinaan”. Namun, penyidik menemukan fakta berbeda. Penyidik menetapkan 20 prajurit TNI, termasuk satu perwira, sebagai terdakwa dan membawa mereka ke Pengadilan Militer III-15 Kupang untuk mempertanggungjawabkan tindakan tersebut.

Baca Juga :  Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Desak Investigasi PBB

Dalam persidangan, jaksa memaparkan bahwa para senior menganiaya Lucky karena menuduhnya memiliki orientasi seksual sesama jenis. Para pelaku memakai tuduhan itu sebagai dasar untuk melakukan kekerasan terhadap korban.

Sepanjang persidangan, tidak ada saksi maupun bukti yang menguatkan tuduhan orientasi seksual tersebut. Dugaan itu tidak pernah terbukti secara hukum.

Kuasa hukum keluarga menegaskan bahwa tindakan para senior bukan bentuk pembinaan, melainkan penyiksaan yang menghilangkan nyawa seorang prajurit aktif.

“Ini bukan pembinaan. Ini penganiayaan sistematis yang merenggut nyawa,” ujar kuasa hukum keluarga di luar ruang sidang.

Kasus ini memicu tuntutan dari publik agar TNI membuka proses peradilan secara transparan dan memberikan keadilan bagi keluarga korban. Organisasi pegiat HAM juga mendesak TNI melakukan reformasi pembinaan, terutama untuk melindungi prajurit baru dari kekerasan berulang. (

Baca Juga :  26.998 Prajurit Ikuti Latihan Terintegrasi TNI 2025 di Morowali

Share :

Baca Juga

Hukum & Kriminal

Pelaku Penculikan dan Pembunuhan Kepala Cabang Bank BUMN Ditangkap, Ternyata Ini Pekerjaannya
Presiden Prabowo Subianto tiba di Tanah Air pada Sabtu sore menjelang malam, 24 Januari 2026

Nasioanal

Prabowo Pulang Bawa Rp90 Triliun, Ini Hasil Kunjungan Ke Tiga Negara

Batang Hari

Polres Tebo Gagalkan Transaksi Narkoba di Kafe
Kabar Baik Guru Indonesia! Insentif Honorer Naik, Tunjangan Cair Tiap Bulan

Daerah

TPG ASN Guru Daerah Triwulan IV 2025 Tahap I Akan Cair

Daerah

Bandar Narkoba Kerinci Kabur Saat Digerebek, Polisi Sita Barang Bukti

Hukum & Kriminal

Rumah Tersangka Pembunuhan Karyawati Koperasi Dirusak Warga

Batang Hari

Jadwal PPPK Paruh Waktu, Apakah SK PPPK Paruh Waktu Bisa Digadaikan?

Batang Hari

Dedy Putra Resmi Jadi Bupati Bungo: Ajak Warga Bersatu Membangun Daerah