Home / Kesehatan & Olahraga

Senin, 22 Desember 2025 - 07:31 WIB

Dexamethasone “Obat Dewa”, Pakar Ungkap Bahaya Serius

Dexamethasone “Obat Dewa”, Pakar Ungkap Bahaya Serius

Dexamethasone “Obat Dewa”, Pakar Ungkap Bahaya Serius

Aksarabrita.com // Media sosial ramai membicarakan Dexamethasone dan menyebutnya sebagai “obat dewa” karena efeknya yang cepat terasa. Namun, anggapan ini justru bisa menyesatkan dan membahayakan kesehatan bila masyarakat mengonsumsinya tanpa pengawasan medis.

Pakar Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Dr. Zullies Ikawati, menegaskan bahwa Dexamethasone termasuk kortikosteroid kuat yang bekerja menekan peradangan sekaligus sistem kekebalan tubuh. Obat ini memang mampu memengaruhi banyak sistem dalam tubuh, tetapi efek luas tersebut juga menyimpan risiko serius bila digunakan sembarangan.

Cara Kerja Dexamethasone Tidak Sederhana

Dexamethasone bukan obat pereda nyeri biasa. Obat ini meniru kerja hormon kortisol yang diproduksi alami oleh kelenjar adrenal. Prof. Zullies menjelaskan bahwa sifatnya yang bekerja di banyak organ membuat efek sampingnya sangat beragam, mulai dari gangguan metabolisme hingga masalah hormonal.

Karena itulah, Dexamethasone masuk dalam kategori obat keras dan tidak boleh digunakan tanpa resep dokter.

Baca Juga :  Kode Redeem Mobile Legends Terbaru Hari Ini Gratis

Risiko Sindrom Cushing dan Wajah Bulat

Penggunaan Dexamethasone dalam jangka panjang dapat memicu sindrom Cushing. Kondisi ini ditandai dengan pembengkakan wajah atau moon face akibat perubahan distribusi lemak dalam tubuh. Banyak literatur medis mencatat efek ini sebagai salah satu dampak paling khas dari konsumsi steroid berlebihan.

Ancaman Tulang Keropos di Usia Muda

Dampak Dexamethasone tidak berhenti pada perubahan fisik. Studi dalam jurnal Frontiers in Endocrinology menunjukkan bahwa glukokortikoid seperti Dexamethasone menghambat pembentukan tulang dan mempercepat proses pengeroposan.

Akibatnya, pengguna jangka panjang menghadapi risiko osteoporosis meski masih berusia muda. Kondisi ini tentu berbahaya karena meningkatkan risiko patah tulang dan gangguan mobilitas di kemudian hari.

Bahaya Menghentikan Dexamethasone Secara Mendadak

Asupan steroid dari luar tubuh membuat kelenjar adrenal menurunkan produksinya sendiri. Prof. Zullies memperingatkan bahwa penghentian Dexamethasone secara tiba-tiba setelah pemakaian lama dapat memicu syok berat.

Baca Juga :  Catat Kode Redeem PUBG 5 April 2026, Hadiah Gratis!

Ia menjelaskan bahwa tubuh bisa mengalami lemas ekstrem, penurunan tekanan darah, hingga kondisi syok yang membahayakan nyawa.

Jangan Gunakan untuk Pegal atau Kelelahan

Prof. Zullies mengimbau masyarakat agar tidak menjadikan Dexamethasone sebagai solusi instan untuk keluhan ringan seperti badan pegal atau rasa capek. Ia menekankan bahwa penggunaan obat ini tanpa indikasi medis justru membuka risiko kerusakan organ tubuh.

Menurutnya, masyarakat sebaiknya memilih obat yang lebih spesifik dan aman sesuai keluhan, serta selalu berkonsultasi dengan tenaga medis.

Gunakan Hanya dengan Pengawasan Dokter

Sebagai obat keras, Dexamethasone memerlukan pengawasan dokter dalam dosis dan durasi pemakaian. Penggunaan yang tepat dapat membantu terapi penyakit tertentu, tetapi konsumsi sembarangan justru membawa dampak buruk jangka panjang bagi kesehatan. (*)

Share :

Baca Juga

TIMNAS Indonesia U-23

Kesehatan & Olahraga

Saksikan Indonesia U‑22 Hadapi Filipina di SEA Games 2025
Muhamad Yusuf Borong Gelar Juara Czech Open 2025

Kesehatan & Olahraga

Muhamad Yusuf Borong Gelar Juara Czech Open 2025
Influenza A(H3N2) Subclade K Masuk Indonesia, Kemenkes: Kondisi Terkendali

Kesehatan & Olahraga

Influenza A(H3N2) Subclade K Masuk Indonesia, Kemenkes: Kondisi Terkendali

Game

Wakil Walikota Antos Hadiri Silatnas II IKPMA 2023

Daerah

Wako Ahmadi – Wawako Antos Support Atlit Paralayang di Bukit Padon

Kesehatan & Olahraga

Naik 5 Peringkat, Timnas Indonesia Kini di Posisi 118 Dunia
Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Tafik Hidayat,

Kesehatan & Olahraga

Ajang Dunia di Mandalika! Taufik Hidayat Bidik Pembalap RI Tembus Dunia di GT World Challenge Asia 2026

Kesehatan & Olahraga

Indra Sjafri Siapkan Kerangka Timnas U-23 untuk SEA Games 2025