Kairo, Aksarabrita.com // Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, melakukan kunjungan resmi ke Universitas Al-Azhar, Kairo, pada 24 November 2025. Kunjungan ini melanjutkan kerja sama yang sebelumnya Mendikdasmen Abdul Mu’ti bangun bersama pihak Al-Azhar untuk memperkuat studi Indonesia di kawasan Timur Tengah.
Majelis Tinggi Al-Azhar telah melegitimasi Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, sehingga Universitas Al-Azhar mulai menjalankannya sejak September 2025. Program tersebut langsung menarik minat besar; sebanyak 350 calon mahasiswa mendaftar, jauh melebihi target awal 51 orang. Fakultas Bahasa dan Terjemah pun menempatkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa ke-15 yang mereka ajarkan.
Dalam pertemuan tersebut, Wamen Atip menegaskan komitmen Indonesia untuk terus memperkuat program ini. Kemendikdasmen menawarkan perluasan skema pertukaran mahasiswa dan dosen, serta mengirim tenaga pengajar Bahasa Indonesia ke Al-Azhar. Indonesia juga menyiapkan donasi buku dan literatur keindonesiaan untuk memperkaya fasilitas pembelajaran di fakultas tersebut.
Kemendikdasmen menargetkan langkah-langkah tersebut sebagai fondasi menuju pendirian Indonesian Centre di Al-Azhar, yang berfungsi sebagai pusat kajian dan diplomasi budaya Indonesia di Timur Tengah.
Rektor Al-Azhar menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Indonesia dan mengakui bahwa pembukaan program studi ini mencerminkan hubungan baik kedua negara. Dalam kesempatan yang sama, Wamen Atip mengundang pimpinan Al-Azhar untuk berkunjung ke Indonesia guna memperkuat jaringan akademik dan memperdalam kerja sama yang telah terjalin. (**)








